close

Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono

Kamis, 24 Juli 2008 | 22:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 300 pengusaha Tionghoa bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Kamis (24/7) malam. Mereka menyatakan dukungan pada pemerintahan Yudhoyono.

Ratusan pengusaha itu tergabung dalam Federasi Perkumpulan Hakka Indonesia. Di antara undangan yang hadir di Istana Negara itu ada 50 pengusaha asing asal Republik Rakyat Cina.

"Kami mendukung penuh pemerintahan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai presiden saat ini untuk mengatasi masalah bangsa dan meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Ketua Umum FP Hakka, Sugeng Prananta.

Hakka adalah salah satu suku bangsa asal Tiongkok. Saat ini, kata Sugeng, suku bangsa Hakka di Indonesia sudah menjadi warga negara Indonesia. Sebagian besar adalah pengusaha, di antaranya adalah Prajogo Pangestu.

Sugeng mengatakan, pengusaha-pengusaha Tionghoa ini ingin memberikan kontribusi pada pembangunan di Indonesia. "Pengusaha RRC mendapat penghormatan yang besar. Mereka ingin berperan untuk menanamkan investasinya di Indonesia," kata Sugeng.

Menanggapi pinangan para pengusaha ini, Presiden mengatakan sangat memahami keinginan untuk memberikan kontribusi di bidang perekonomian. Apalagi, kata Presiden, keluarga besar Hakka banyak bekerja di bidang ekonomi dan usaha.

"Besar ajakan dan harapan saya akan memajukan ekonomi dan usaha di Indonesia," kata Presiden.

Kalau ekonomi dan dunia usaha tumbuh, kata Presiden, lapangan pekerjaan ada untuk rakyat Indonesia. "Saudara bayar pajak yang dipakai untuk pendidikan, kesehatan, usaha kecil, keamanan, infrastruktur. Kita berbagi tugas dan tanggung jawab," kata Presiden. Ninin Damayanti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan