close

Tjahjo Kumolo Siap Mundur

Jum'at, 29 Agustus 2008 | 14:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Fraksi PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan dirinya siap mundur dari anggota DPR jika terbukti menerima duit dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom.

" Kalau terbukti saya terima uang dari Miranda, saya mundur dari DPR hari ini, katanya di Gedung DPR, Jumat (29/08).

Tjahjo menjamin tak ada aliran duit dari Miranda dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Menurutnya PDI Perjuangan tidak pernah menerima satu sen pun dari Miranda. Dukungan fraksinya terhadap Miranda, kata Tjahjo, bukan karena bankir itu mengalirkan duit.

Agus Condro beberapa waktu lalu mengaku menerima sepuluh lembar cek perjalanan senilai Rp 500 juta. Uang tersebut diduga terkait dengan terpilihnya Miranda Goeltom sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Sebelum pemilihan, menurut pengakuan Agus Condro, foksi PDI Perjuangan di Komisi Perbankan pernah bertemu di ruang rapat fraksi PDI Perjuangan.

Dalam rapat tersebut, Tjahjo Kumolo disebutkan mengarahkan agar semua anggota fraksi PDI Perjuangan di Komisi Perbankan ketika itu memilih Miranda. Selain itu, menurut penuturan Agus, Tjahjo juga menyebut adanya tawaran Rp 300 juta. Tawaran tersebut bisa ditingkatkan menjadi Rp 500 juta.

Tjahjo membenarkan adanya pertemuan di ruang rapat foksi fraksi PDI Perjuangan tersebut. Namun ia membantah ada negosiasi penawaran duit. Pemberian arahan pada anggota fraksi untuk memilih Miranda, kata Tjahjo, adalah hal biasa. u201cSaya perintahkan untuk memilih Miranda. tapi tidak pernah menjanjikan atau menerima uang dari Miranda,u201d kata Tjahjo.

Dwi Riyanto Agustiar

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan