close

Panser Pindad Bukan Untuk Parade

Jum'at, 29 Agustus 2008 | 17:00 WIB

TEMPO Interaktif, Bandung: Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pesanan 20 mobil panser dari PT Pindad bakal diserahkan sebelum Oktober 2008. Penyerahan itu tidak untuk mengejar perayahan hari Ulang Tahun TNI pada 5 Oktober. "Panser untuk pertahanan negara, bukan untuk parade," ujar Kalla di PT Pindad Bandung, Jumat (29/8).

Kalla percaya PT Pindad sanggup menyelesaikan pesanan itu. Sebab, kata dia, secara teksnis perusahaan milik negera ini tidak punya masalaah. PT Pindad, menurut Kalla, sanggup memasang mesin panser dua unit per hari.

Pesanan panser dengan suspensi 6x6 merupakan kebutuhan Departemen Pertahanan. Dengan asumsi kerangka sudah ada, karena bahan baja dalam di negeri banyak, teknisi tinggal merakit mesin merek Renault dari Prancis. "Mesin itu dipastikan tiba 5 Sepetembner mendatang," ujar Kalla.

Spesifikasi paser, Kalla menambahkan, dari bahan baja dan punya daya angkut 10 orang dengan tiga awak. Harganya Rp 5,6 miliar per unit. Harga ini diklaim lebih murah dibanding panser impor. Meskipun beberapa komponennya seperti kaki dan penggerak roda masih dari Korea. "Harga itu belum termasuk senjata, suku cadang serta pelatihan," katanya.

Menurut Kalla, kontrak kerja sama pengadaan alat utama sisten pertahanan antara pemerintah dengan PT Pindad tahun depan tidak dibutuhkan eskalasi. Meski, pemerintah tetap akan mengalokasikan harga lebih tinggi yang disesuaikan dengan kenaikan baja dunia.  Tapi, tahun ini pemerintah tidak perlu menambah anggaran pertahanani. "Intinya pemerintah tidak akan mengeluarkan kebijakan kenaikan untuk industri alat utama sistem pertahanan yang menggunakan baja."

Kurniasih Budi


 

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan