Hatta Minta Kegagalan Super Toy Tidak Dipolitisir
Jum'at, 05 September 2008 | 15:05 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa justru meminta gagalnya varietas Super Toy HL-2 di Purworejo, yang membuat warga gagal panen, tidak dipolitisir. "Jangan dipolitisir. Kita sudah punya ratusan varietas. Tapi yang segelintir hektare itu kok sepertinya republik sudah mau kiamat," kata Hatta di kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (5/9).
Kedatangan Presiden ke Purworejo saat panen raya Super Toy HL-2 April lalu, kata dia, atas undangan Bupati Purworejo untuk melakukan panen padi hasil penelitian dan temuan seorang putra Indonesia. "Ini dalam kapasitas penelitian," katanya. Jika pada akhirnya panen gagal dan petani kecewa, maka perlu ditanyakan kepada bupati dan Departemen Pertanian.
Kegagalan panen itu membuat petani di Grabag, Purworejo, menuntut ganti rugi Rp 22,6 miliar kepada PT Sarana Harapan Indopangan, yang menjadi sponsor penanaman varietas ini. PT Perusahaan itu adalah salah satu sayap usaha PT Sarana Harapan Indo Group, yang salah satu pengelolanya adalah anggota Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, Heru Lelono, bersama Iswahyudi yang menjadi rekanannya.
Ninin Damayanti




Komentar Anda :