Petani Padi Super Toy Dijamin Dapat Ganti Rugi
Jum'at, 05 September 2008 | 19:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ganti rugi petani yang gagal panen padi Super Toy HL-2 akan dicairkan sebelum Lebaran. Ini dikatakan Bupati Purworejo, Jawa Tengah, Kelik Samrahadi. Ganti rugi itu akan dibuat perjanjian langsung antara PT Sarana Harapan Indopangan dengan petani. "Petani tak akan dirugikan," ujar Kelik Sumrahadi kepada Tempo, Jumat (5/9).
Kepastian itu, menurut Kelik, setelah dirinya menghubungi Komisaris PT Sarana Harapan Indogroup, Heru Lelono yang juga staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. PT Sarana adalah penyuplai bibit padi Super Toy di Desa Grabag, Purworejo. "Kami sudah data petani yang berpotensi merugi."
Berita yang beredar saat ini, menurut Bupati Kelik, akibat kesalahpahaman antara petani dan PT Sarana. PT Sarana bukannya tidak bersedia mengganti, tapi belum mengganti. Perjanjian awal PT Sarana dengan petani diakuinya hanya sebatas panen pertama. Panen padi Super Toy yang kedua memang belum ada kejelasan. "Nah, petani itu kelihatannya otomatis berpikir yang pertama dibayar yang kedua juga," katanya.
Padi yang diklaim bisa menghasilkan 15 ton gabah per hektare ternyata hanya menghasilkan 3,5 ton. "Sepertiganya saja nggak sampai," kata Kelik. Menurutnya, warga yang kecewa dan takut tak dibayar kemudian berunjuk rasa. "Ini akibat tak ada rembugan." Hasil panen kedua tak sepenuhnya gagal, masih ada sekitar 50 persen padi yang berbulir, Namun jumlah tersebut tak menutupi kerugian total petani. Kegagalan panen kedua, kata Kelik, akibat kesuburan lahan tak sama dan juga sumber caya petani itu sendiri.
Ia mengakui, awal penaman padi Super Toy di Desa Grabag atas seizinnya. Ia berharap masyarakat bisa mandiri. "Petani itu mudah puas dan sering tak berusaha meningkatkan produksinya," tutur Kelik. Untuk mengubahnya ia memberikan izin PT Sarana Harapan Indopangan menguji coba di lahan seluas 103 hektare untuk padi Super Toy. "Warga kaget dan kurang siap."
Dianing Sari




Komentar Anda [1] :