close

Bupati Purworejo: Presiden Tak Promosi Super Toy

Jum'at, 05 September 2008 | 20:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bupati Purworejo Kelik Sumrahadi mengakui proyek penanaman padi Super Toy HL-2  di Desa Grabag, tanpa sepengetahuan aparat desa, termasuk Kepala Desa Grabag, Gandung Sumriyadi. "Kalau gagal, petani akan nonjok aparat," jawabnya ketika dihubungi Tempo, Jumat (5/9)

Koordinasi masuknya PT Sarana Harapan Indopangan ke Desa Grabag difasilitasi langsung  Pemerintah Daerah Purworejo. "Kami membebaskan semua investor untuk melakukan percobaan," ujar  Kelik.  Sebelumnya, Gadung mengaku  tak diajak koordinmasi oleh Bupati soal proyek padi Super Toy.

Desa Grabag dipilih, menurut  Kelik, selain karena kampung halamannya ia  pernah menjabat sebagai kepala desa selama 29 tahun. "Areal  sawahnya luas dan petaninya sering mencoba bibit baru."
Ketika proyek gagal, kata Kelik, sudah sepantasnya aparat bertanggung jawab. "Jangan ada yang merasa dilangkahi," katanya.

Awal ada perjanjian antara PT Sarana Harapan Indopangan dengan petani. Isi  perjanjiannya  PT Sarana  menyediakan fasilitas produksi dan membeli hasil panen padi. "Itu sudah terbukti pada panen pertama." Untuk panen kedua memang belum ada kejelasan.  Percobaannya  langsung do areal 103 hektare milik 54 kelompok tani yang menghimpun 455 petani.

Ia menjamin, dana yang dipakai percobaan bukan bersumber dari Anggaran Belanja Pendapatan Daerah. "Kalau berhasil rakyat senang, tak berhasil pun akan diganti."  Padi Super Toy memang tak pernah diujicobakan pada skala kecil di Purworejo. Bupati Kelik  pernah melihat di Kabupaten Bantul, tempat sang penemu bibit unggul, Tuyung Supriadi berasal. "Di sana bulirnya banyak pada saat panen kedua.'

Maka ketika panen pertama,  Kelik berani mengundang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Panen Raya pada 17 April 2008  hasilnya sudah  diprediksi tak sesuai harapan: 15 ton per hektare. Ia tetap mengundang Presiden karena sekalian ziarah ke makam mertuanya (almarhum Sarwo Edhie Wibowo) di Purworejo . "Sekaligus menyumbang." Bantuannya anatara lain, mobil pintar, traktor, komputer, pemeras padi dan  terpal. Saat itu, kata  Kelik, Presiden  berpesan petani boleh meningkatkan produksi dengan cara apapun. "Nggak ada promosi Super Toy."

Dianing Sari

 

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • Aa xx c

    biasa ! , rakyat memang biasa jadi kambing hitam !.sesuai dengan plakat nomer kendaraanya , AA XX C , artinya : antek antek cina , ya begitulah umumnya yang terjadi di negri ini .

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan