PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2
Minggu, 07 September 2008 | 18:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Para petani di Desa Grabag, Purworejo, Jawa Tengah, sudah mendapatkan surat tanggapan dari PT Sarana Harapan Indopangan sudah diterima hari Ahad pukul 10.15 WIB. Tanggapan itu terkait dengan permintaan ganti rugi warga soal padi Super Toy HL-2. "Kami sambut baik inisiatif surat jawaban tersebut," kata Kepala Desa Grabag, Gandung Sumaryadi ketika dihubungi <I> Tempo, </I> Ahad (7/9)
Aparat Desa Grabag telah mengirimkan surat tuntutan ganti rugi ke PT Sarana, Kamis (4/9) lalu. Tuntutan tersebut terkait hasil panen kedua padi super toy HL-2 yang urung dibeli PT Sarana. Padi yang ditanam di lahan seluas 96,22 hektare tersebut kondisinya gabug (tak berbulir), tak seperti janji awal yang mengklaim bisa panen 3 kali dalam satu kali tanam.
Jawaban surat dari PT Sarana, kata Gandung, berisi permintaan daftar nama pemilik sawah yang menanam Super Toy Hl-2. "Sebenarnya PT Sarana sudah punya daftarnya, tapi kami kirim ulang untuk melengkapi," kata dia. Saat ini aparat desa sedang membuat surat pengantar perwakilan desa yang berisi jumlah petani yang berhak menerima ganti rugi. Rencananya surat balasan akan dikirim hari ini juga melalui faksimili.
Gandung merasa lega sudah ada jawaban ini, walaupun masih menunggu bukti realisasinya. "Ya moga-moga ini jadi pelajaran buat warga." Saat ini, warga grabag kapok bekerjasama dengan PT Sarana. Jika terbuka kesempatan bekerja sama, Gandung akan memastikan ada perjanjian yang jelas. Dia menambahkan, tampaknya warga masih trauma untuk membuka kerjasama baru di bidang pertanian. Petani Grabag akan kembali menanam jenis padi IR-64 pada musim tanam selanjutnya.
Dianing Sari
Aparat Desa Grabag telah mengirimkan surat tuntutan ganti rugi ke PT Sarana, Kamis (4/9) lalu. Tuntutan tersebut terkait hasil panen kedua padi super toy HL-2 yang urung dibeli PT Sarana. Padi yang ditanam di lahan seluas 96,22 hektare tersebut kondisinya gabug (tak berbulir), tak seperti janji awal yang mengklaim bisa panen 3 kali dalam satu kali tanam.
Jawaban surat dari PT Sarana, kata Gandung, berisi permintaan daftar nama pemilik sawah yang menanam Super Toy Hl-2. "Sebenarnya PT Sarana sudah punya daftarnya, tapi kami kirim ulang untuk melengkapi," kata dia. Saat ini aparat desa sedang membuat surat pengantar perwakilan desa yang berisi jumlah petani yang berhak menerima ganti rugi. Rencananya surat balasan akan dikirim hari ini juga melalui faksimili.
Gandung merasa lega sudah ada jawaban ini, walaupun masih menunggu bukti realisasinya. "Ya moga-moga ini jadi pelajaran buat warga." Saat ini, warga grabag kapok bekerjasama dengan PT Sarana. Jika terbuka kesempatan bekerja sama, Gandung akan memastikan ada perjanjian yang jelas. Dia menambahkan, tampaknya warga masih trauma untuk membuka kerjasama baru di bidang pertanian. Petani Grabag akan kembali menanam jenis padi IR-64 pada musim tanam selanjutnya.
Dianing Sari




Komentar Anda :