close

John Roosa Berharap Bukunya Tak Dilarang

Senin, 08 September 2008 | 21:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Jhon Roosa, sejarawan asal Universitas Colombia Kanada berharap bukunya yang berjudul "Dalih Pembunuhan Massal: G30S & Kudeta Suharto" tidak dilarang beredar oleh Kejaksaan Agung. "Saya dapat kabar dari seorang teman di parlemen kalau buku saya sedang diteliti," kata dia kepada Tempo, Senin (8/9).

Selama ini, kata dia, banyak buku tentang G30S yang telah beredar dan tak satupun yang dilarang. "Kalaupun ada hanya buku teks pelajaran untuk SMP dan SMA saja," ujarnya. Menurut Roosa, buku itu juga tidak patut dikhawatirkan karena dari awal penulisan buku dimaksudkan agar bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Perihal tindakan yang akan dilakukan Kejaksaan, Roosa memilih tidak banyak berkomentar. Ia berpendapat, meneliti buku merupakan hak kejaksaan. "Kita tunggu saja dan lihat apa hasilnya," kata dia.

Judul asli buku yang ditulis Roosa ialah "The September 30th Movement and Suharto's Coup". Buku itu kemudian dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia oleh penerbit Hasta Mitra dan Institut Sejarah Sosial Indonesia.

Reh Atemalem Susanti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [3] :

  • Spektakuler

    Membaca buku john rossa membuat saya mempunyai cakarawala baru dalam melihat peristiwa G30S. Sebuah buku yang menakjubkan untuk membuat kita menjadi mengerti bagaimana memahami suatu peristiwa yang penuh dengan misteri.

  • Buku terbaik


    Buku Jhon Rossa ini merupakan buku terbaik tentang tema G30S dari lebih 10 buku yang pernah saya baca sampai saat ini.

    Menggabungkan cerita-cerita dari sisi kiri dan kanan lalu mencari kesimpulan dari yang tersamar maupun yang tersembunyi dari masing-masing pihak. Sangat mencerahkan. Sayang sekali kalau sampai dilarang.

  • Bila buku jhon rossa dilarang, tidak ada demokrasi di indonesia!!!

    Buku Jhon Rossa, adalah buku yang ditulis hasil sebuah riset panjang dan tidak asal2 an. Maka kalau buu yang cukup ilmiah diLarang beredar, berarti negeri ini Memang tidak DEMOKRATIS, ILMIAH dan OBYEKTIF.

    Rezim ini berarti masih saja sama dengan Orde Baru, Kalau sudah begitu buat apa ikut Pemilu. Lebih baik bersatu bersama kaum Golput

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan