close

Sumatera Barat Dapat Kiriman Lima Gerbong Baru

Jum'at, 05 September 2008 | 13:26 WIB

TEMPO Interaktif, Padang: Sumatera Barat mendapat kiriman lima gerbong untuk kereta api wisata senilai Rp 18 miliar. Saat ini kelima gerbong itu sedang dalam perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, dan diperkirakan tiba di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Selasa (9/9) sore atau Rabu pagi.

Kepala Divisi Regional PT Kereta Api Indonesia Sumatera Barat, Husin Nuroni, Jumat (5/9), mengatakan gerbong baru yang diproduksi PT INKA itu adalah kiriman Direktur Jenderal Perkeretaapian untuk pengembangan kereta api wisata di Sumatera Barat.

Setibanya di Teluk Bayur, gerbong baru akan dibawa di atas rel dengan lokomotif dan Sabtu 13/9) pemakaiannya akan diresmikan oleh tiga menteri, yaitu Menteri Perhubungan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Negara BUMN.

"Rencananya kami akan mencoba perjalanan sampai ke Kayu Tanam, tapi tidak bisa melewati Jembatan Lembah Anai karena kerusakannya belum diperbaiki," kata Husin. Ia berharap Pemerintah Daerah Sumbar segera mewujudkan janjinya untuk memperbaiki seribu bantalan kereta api yang rusak akibat gempa bumi dan telah lama tidak digunakan dari Kayu Tanam ke Padang Panjang yang melewati Lembah Anai.

"Melewati Jembatan Silaing yang tinggi di Lembah Anai dengan kereta api adalah titik yang amat menarik bagi wisatawan, tapi sekarang belum bisa dilewati," kata Husin. Menurutnya, dengan bantuan gerbong baru ini, Pemda Sumbar segera dapat menganggarkan bantuan untuk perbaikan bantalan rel dari Padang Panjang hingga Sawahlunto yang berbiaya sekitar Rp 1 miliar hingga Rp 2 miliar, karena PT KAI Sumbar sendiri tidak punya alokasi dana untuk itu.

Sebelumnya, Pemda Sumbar pada 3 Januari 2007 sudah berkomitmen untuk menyelamatkan aset kereta api di provinsi itu.

Febrianti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan