close

Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan

Jum'at, 05 September 2008 | 20:44 WIB

TEMPO Interaktif, Aceh Besar: Bupati Kabupaten Aceh Besar,  Bukhari Daud, mengajukan surat pengunduran diri dari jabatan Bupati, Jumat (05/09). Surat pengunduran diri  ditulis tangan dan ditanda-tangani di atas materai.

Dia mengumumkan sendiri  dalam rapat bersama jajaran staf pemerintahan Aceh Besar, di Jantho. Sampai berita ini ditulis, Bukhari belum memberikan keterangan alasan meninggalkan jabatannya.  Sekretaris Kabupaten Aceh Besar, Mohd Dahlan, mengatakan  kaget mendengar pernyataan bosnya itu.  "Bukhari tidak menyampaikan alasan. Surat ditulis tangan  diserahkan kepada saya yang akan diteruskan ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten  Aceh Besar," katanya.

Menurut Dahlan, hubungan Bukhari dengan jajaran pemerintahan dan legislatif tidak ada masalah dan berjalan baik termasuk pemerintahan provinsi. Menurut Dahlan, pernyataan pengunduran diri  itu adalah hak pribadi, tetapi secara formal, Bukhari masih sebagai Bupati Aceh Besar.

Bukhari baru dua tahun menjadi bupati. Bukhari Daud terpilih menjadi bupati pada  2006 lalu. Seharusnya ia akan mengakhiri masa jabatan pada 2012. Secara definitif, pengunduran diri Bukhari masih perlu menunggu Surat Keputusan  Menteri Dalam Negeri.

Sebuah sumber Tempo menyebutkan, dugaan pengunduran diri terkait dengan tekanan yang diterima Bukhari dalam menjalankan tugasnya. “Diduga karena tekanan saat melakukan proses uji kelayakan  terhadap Kepala Dinas Tingkat Dua Kabupaten Aceh Besar.”

Adi Warsidi

 

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [2] :

  • Pemberantasan kroni-kronidalampemerintahan aceh besar

    dengan berbangga hati saya ucapkan selamat kepada pakbukhari atas mundurnya beliau karena berjiwa besar.susah cariorang seperti beliau yang tidak mengutamakan kekayaan dalamkepemimpinannya.tapijangan sekarang seharusnya karena angka korupsikroni-kroni makin merajalela entah dimana kesalahannya taktahu dimana yang mungkin pak bukhari tau.

  • Apa ini langkah srategis yang diambil oleh bukhari

    apa yang dilakukan oleh bukhari ini sangat tidak lazim terjadi di era sekarang ini.dimana orang berbondong menjadi caleg dan ada yang menduduki jabatan sekda sudah lima tahun tidak mau melepaskan jabatannya.hal ini tidak berlaku dengan bupati aceh besar dengan rendah hati melepaskan kursi orang nomor satu di aceh besar.saya menitip pesan kepada pak bukhari dengan pernyataan 5 september 2008 anda telah keluar dari masalah lama dan menbuat masalah baru... saya berharap pak bukhari jangan mundur sebelum menbrantas penjahat di jajaran pemkab aceh besar......

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan