Balikpapan Gratiskan Pasien Demam Berdarah
Sabtu, 06 September 2008 | 08:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta : Balikpapan: Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur membebaskan biaya penanganan medis pasien demam berdarah dengue di seluruh rumah sakit setempat. Pengobatannya menggunakan anggaran asuransi Jaminan Kesehatan Daerah dan dana keluarga miskin Balikpapan sebesar Rp 6 miliar.
"Pasien DBD digratiskan," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani baru-baru ini.
Berdasarkan evaluasi dinas kesehatan di Balikpapan, menurut Dyah tingginya jumlah korban dan kasus demam berdarah disebabkan keterlambatan penanganannya. Masyarakat beranggapan pengobatan penyakit ini membutuhkan biaya yang besar.
Seluruh rumah sakit di Balikpapan, kata Dyah diwajibkan menerima pasien demam berdarah serta menanganinya dengan secepatnya. Biaya seluruh perawatan ditagihkan kepada Pemerintah Kota Balikpapan. "Lewat asuransi kesehatan bagi masyarakat Balikpapan," ujarnya.
Dalam masalah ini, Balikpapan menempati rangking pertama di Kaltim sehubungan jumlah kasus dan korban demam berdarah. Kurun waktu delapan bulan ini tercatat sebanyak 24 korban dan 1.321 kasus demam berdarah di Balikpapan.
Penyakit demam berdarah di Balikpapan terpusat di Balikpapan Selatan dan Tengah yang merupakan kawasan padat penduduk. Konisi ini sudah menjadi penyakit endemis di Balikpapan setiap tahunnya. Sebanyak dana Rp 3 miliar telah digelontorkan guna penanganan di Balikpapan. Dyah mengaku, anggarannya dipergunakan dalam pembiayaan program foging serta abatenisasi di seluruh kawasan.
Setiap tahun demam berdarah menjadi penyakit mematikan bagi warga masyarakat setempat. Tercatat pada tahun lalu sebanyak 28 orang meninggal serta temuan 1.300 kasus terjangkit penyakit ini.
Tempo|SG Wibisono




Komentar Anda :