Dinas Perhubungan Jawa Barat Siapkan Jalur Alternatif
Senin, 08 September 2008 | 17:32 WIB
TEMPO Interaktif, Bandung: Meski masih ada perbaikan di jalur alternatif, jalur Jawa Barat siap dilalui pemudik di Jawa. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Herli Suherli menyatakan ruas jalan utama di Jawa Barat yang meliputi Jalur tengah utara dan jalur selatan Jabar sudah siap untuk melayani arus pemudik tahun ini.
Herli memaparkan, pihaknya dengan Kepolisian Polda Jawa Barat, sudah merancang sedikitnya 11 jalur alternatif untuk memecah kemacetan di ruas utama tengah utara atau selatan yang mengalami kemacetan."Petugas kita akan mengarahkan pada jalur alternatif, dan membuat pagar betis pada saat terjadinya kemacetan," akunya.
Untuk mengantisipasi penumpukan penumpang, lanjut Herli, pihaknya menyiapkan sekitar 758 armada bis cadangan atau sekiar 600 ribu tempat duduk yang akan disebar pada 10 terminal utama di Jawa Barat. diantaranya, terminal Cicaheum dan Leuwih Panjang Kota Bandung, Depok, Bekasi, Cirebon, Bogor, Sukabumi, Garut, Tasikmalaya, dan Kota Banjar
Herli menyatakan, pada tahun 2007 jumlah penumpang dari Jawa Barat mencapai 1,152 juta orang, dengan armada yang disediakan mencapai 4894 setara dengan 3,4 juta kursi. "Kita prediksi kenaikan pemudik mencapai 5-7 persen sesuai dengan prediksi nasional menjadi sekitar 1, 5 juta orang," ujarnya.
Dinas perhubungan lanjutnya, juga menyiapkan sekitar 22 Posko Dinas Pehubungan Jawa Barat, 1 Posko Daerah, 3 Posko Balai, 1 Pos Komando Taktis (Poskotis) Nagreg, 108 Poskotis jembatan timbang, 10 Poskotis di terminal utama dengan jumlah personil sekitar 400 orang. "Jembatan timbang pada H-7 akan jadi tempat istirahat pemudik, karena kendaraan besar kecuali sembako dan barang import dilarang untuk melintas," ujarnya.
Menurut Herli, Dinas Perhubungan Jawa Barat akan membuka line telepon di pengaduan masyarakat selain di posko-posko yang didirikan. "Kami minta masyarakat prop aktif melaporkan segala pelanggaran pada saat arus mudik berlangsung,dan Dishub sendiri akan membagikan leaflet dan brosur pengaduan bagi masyarakat, "ujarnya.
Alwan Ridha Ramdani




Komentar Anda [1] :