close

Asap Kebakaran Hutan Menyerang Riau

Senin, 18 Februari 2002 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Kabut asap akibat kebaran hutan dan lahan mulai menyerang Riau. Hingga kemarin malam ditemukan 74 titik api yang tersebar di Kabupaten Pelelewan, bengkalis, Rokan Hulu dan Hilir, Siak dan Dumai.
"Titik api yang terbanyak ditemukan di Bengkalis, Dumai dan Rokan akibat terbakarnya sekitar 300 hektar lahan gambut. Jumlah titik api ini berubah-ubah, kemungkinan terus bertambah," ujar Naili Saidi, Ketua Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Riau di Pekanbaru, Senin (18/2).

Pihak Bapedalda Riau menyebut, titik api terdapat di sejumlah perusahaan diantaranya Perkebunan Surya Dumai, Si Buana Dumai dan PT Bukit Kapur Reksa. Kebakaran lahan gambut terparah terjadi di kawasan eks-HPH PT Bukit Kapur Reksa, yang melahap sedikitnya 30 ribu hektar, akibat musim kemarau dan pembersihan lahan. "Kami tengah menyelidiki. Tidak tertutup kemungkinan ada kesengajaa," ujar Saidi.

Badan Pengendali Dampak Lingkungan (Bapedal) Regional Wilayah I Sumatera mencatat, pencemaran udara saat ini sudah melebihi ambang batas mutu. Nuryanti, staf bidang polusi Bapedal Wilayah I Sumatera, menyebut, “Kendati belum menyeluruh, kecepatan dan arah angin akan membawa ancaman ini ke seluruh penjuru. Sayangnya, kita masih tenang-tenang," ujar Nuryanti.

Sejumlah kalangan memprediksi sepanjang tahun ini terutama Maret, Juli hingga Agustus nanti, Riau bakal terus terancam kabut asap. Bencana ini dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian atas (ISPA) serta ancaman keselamatan transportasi. Pada tahun 1997 dan 1999, serangan asap itu telah membuat Singapura dan Malasiya kelabakan. (Jupernalis Samosir – Tempo News Room)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan