Maret, Asap Riau Kemungkinan ke Malaysia
Rabu, 27 Februari 2002 | 16:32 WIB
TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang hingga kini tetap berlangsung di Riau dikhawatiran akan bergerak ke Malaysia dan negara tetangga lainnya. "Kecuali di daerah ini, kita juga mengkhawatirkan perputaran angin ke arah Malaysia atau Singapura," kata Kepala Bapedalda Riau Naili Saidi, Selasa (26/2).
Menurut Saidi, kebakaran masih berlangsung di sekitar 10 ribu hektare lahan dan hutan, termasuk sejumlah perkebunan sawit dan kelapa penduduk. Berdasarkan laporan yang mereka terima dari hasil pemantauan satelit Forrest Fire Prevention Control Provect (FFPCP) yang bermarkas di Palembang, per 25 Februari 2002, ditemukan sebanyak 100 titik api di Riau. Penyebarannya, masing-masing 69 titik api di Dumai, Bengkalis 7 titik, di Kabupaten Siak 32 titik api, dan sisanya tersebar di sejumlah daerah lain, termasuk di Pelelawan dan Inhu.
Saidi memperkirakan, jika kemarau masih berkepanjangan seperti sekarang ini, dikhawatirkan sejumlah titik api bakal bermunculan. Yang paling dikhawatirkan, kata Saidi, jika terjadi kebakaran lahan lambut di Indragiri Hulu dan Hilir, yang luasnya hampir 50 ribu hektare. "Bencana asap sebelumnya, yang terparah terjadi di kawasan lahan gambut Indragiri Hulu dan Hilir. Kita kini tengah memusatkan pengamanan kebakaran di daerah itu," ujar Saidi.
Pemerintah Provinsi Riau mengaku sedang berupaya mengatasi masalah ini. Seperti disampaikan juru bicara Pemda Riau Eddi Yustie, pihaknya tengah mengupayakan pemadaman dan menjajaki kemungkinan mendatangkan peralatan dari luar Riau. (Jupernalis Samosir-Tempo News Room)





Komentar Anda :