close

Riau Kewalahan Atasi Kebakaran Hutan

Rabu, 13 Maret 2002 | 16:22 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Kebakaran hutan di Riau, terus berlanjut. Pemerintah Provinsi Riau merasa kewalahan untuk mengatasi, apalagi titik api terus meluas di tengah musim kemarau yang berkepanjangan. "Kita sudah berusaha. Tapi minimnya sarana dan prasarana, dan kemarau berkepanjangan, merupakan kendala utama," ujar Naili Saidi, Kepala Badan Penanggulangan Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Provinsi Riau, kepada Tempo News Room di Pekanbaru, Rabu (13/3).
Ia menyebut berdasar data Asian Specialist Meterological Centre (ASMC) Singapura dan NOAC, saat ini terdapat 491 titik api di Riau, yang tersebar di Dumai, Bengkalis, Pelelawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.

Dumai paling parah dengan 280 titik api, lalu Bengkalis terdapat 148 titik api, 30 di Pelelawan dan 40 di Rokan dan Indragiri. "Sedikitnya 20 ribu hektar lahan gambut di Dumai terbakar. Sulit menghentikan. Untungnya angin utara dan selatan bertiup kencang, hingga asap tidak menumpuk," ujar Naili Saidi.

Ancaman kabut sudah muncul sejak pertengahan Januari lalu. Saat itu sudah ditemukan 60-an titik api. Luas lahan yang terbakar 10 ribu hektar. Bulan lalu, titik api bertambah. Minggu kedua Februari, ditemukan 299 titik api di Riau. Lalu, sekitar 170-an titik api di Dumai, 33 titik di Bengkalis dan 20 lain di Pelalawan. Sisanya, muncul di sejumlah lahan perkebunan di Indragiri. "Memasuki Maret, titik api mencapai 400, lalu 491 pada minggu kedua. Puncaknya, diperkirakan akhir Maret hingga April," ujar Naili.

Kabut asap menjadi bencana tahunan di Riau, dengan ancaman penyakit Ispa (infeksi saluran pernapasan bagian atas). Bencana terparah pada 1997 dan 1999, dimana kabut asap dari Riau sudah sudah menyebar ke ke Malasiya dan Singapura. Tahun 1997, seiring pembukaan lahan sejumlah perkebunan, kabut asap ini disebut-sebut jadi masalah Internasional. Saat itu, sejumlah lembaga kesehatan internasional ikut turun tangan untuk menangani bencana asap. "Kami khawatir, minggu minggu ini, bencana serupa terulang lagi," ujar Naili Saidi. (Jupernalis Samosir)

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan