close

Gubernur Diultimatum untuk Segera Menindak Pembakar Hutan

Senin, 28 Februari 2005 | 19:50 WIB

TEMPO Interaktif, Pekanbaru:Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Riau (Amper), kemarin unjuk rasa memrotes Gubenur Riau Rusli Zainal di Gedung Daerah Riau dan Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Riau. Mereka memrotes lambannya Pemerintah Propinsi Riau menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan bencana asap selama bertahun-tahun dan khususnya sebulan terakhir ini.

Unjuk rasa dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Mahasiswa membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap Gubenur Rusli. "Mahasiswa meminta Gubernur dalam tiga hari ini terhitung Senin sudah menjatuhkan tindakan tegas kepada pelaku pembakar hutan/lahan,” teriak demonstran. Kalau tidak, mereka akan datang lagi dengan jumlah massa lebih besar. Usai menyampaikan tuntutannya, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Gubernur Rusli menyatakan Pemprov serius menangani kasus kebakaran hutan/lahan. Ia "Siapa bilang, Pemprov Riau tidak menjatuhkan tindakan kepada pelaku pembakar lahan/hutan? Tapi kan tidak segampang itu menyeret orang ke pengadilan," katanya kepada pers. Ia akan memberikan hadiah uang bagi yang menginfromasikan dengan bukti akurat pelaku pembakar lahan/hutan.

Pemprov, kata Gubernur sudah memberikan pengobatan gratis bagi warga yang menderita penyakit akibat asap. Meski hanya terbatas di rumah sakit milik pemerintah daerah dan di kelas tiga. Sejak Jumat (25/2) pekan lalu, udara di Pekanbaru memang mulai membaik meski masih dinyatakan tidak sehat. Mulai menipisnya kabut asap itu karena Pemprov terus berusaha memadamkan kebakaran dibantu berbagai perusahaan serta turunnya hujan dua hari berturut-turut. l evalisa siregar

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan