16 Balita Busung Lapar Tewas di Sumba Barat

Sabtu, 18 Maret 2006 | 02:54 WIB

TEMPO Interaktif, Kupang:Korban tewas busung lapar di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjatuhan. Sebanyak 16 balita dilaporkan tewas di RS Karitas Weetabula, Kabupaten Sumba Barat, NTT selama Januari-Februari 2006 akibat komplikasi busung lapar, pneumonia dan penyakit ikutan lainnya.

Para korban kebanyakan berasal dari keluarga ekonomi lemah yang sulit mendapatkan makanan bergizi. Selain itu, lebih dari 200 penderita busung lapar lainnya dalam kondisi memprihatinkan dan sementara dalam perawatan intensif di sejumlah rumah sakit dan pusat rehabilitasi gizi buruk di NTT.

Dengan bertambahnya korban tewas di Kabupaten Sumba Barat itu, maka jumlah korban tewas di Nusa Tenggara Timur sejak Mei 2005 hingga pertengahan Maret 2006 sebanyak 77 orang.

Direktur Pelayanan Medik RS Karitas Weetabula, Sumba Barat, Oktavian Diky yang dihubungi melalui telepon kemarin mengatakan, dari 16 korban yang tewas, 13 kasus di antaranya terjadi pada bulan Januari 2006 dan 3 kasus lainnya pada Februari 2006. "Khusus Maret 2006, belum ada kasus kematian, tetapi lebih dari 40 balita sementara dalam perawatan," katanya.

Oktafian menambahkan, selama ini intervensi makanan padat gizi dari pemerintah baru dilakukan satu kali, yakni pada Januari lalu. Selebihnya, pemerintah kurang memberikan perhatian yang serius sehingga ribuan balita di kabupaten itu terancam masa depannya.

jems de fortuna

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :