Solo Tolak Pendirian Mal Baru

Rabu, 24 Mei 2006 | 13:51 WIB

TEMPO Interaktif, Solo: Walikota Solo Joko Widodo menolak permohonan izin enam investor untuk mendirikan mal (pusat perbelanjaan) di Solo. Pemerintah kota lebih memaksimalkan keberadaan pasar tradisonal sehingga terjadi keseimbangan antara pasar modern dan tradisional.

"Untuk mal dan sejenisnya di Solo saya kira sudah cukup, maka pendirian mal kami batasi," kata Joko Widodo, hari ini, di kantornya. Di antara enam investor itu, terdapat pemodal asing yakni dari Perancis dan Malaysia.

Joko ingin kebijakannya didukung oleh pemerintah pusat. Jika hanya Solo yang menolak, investor akan membidik daerah lain yang sangat dekat dari Solo. "Investor ingin memanfaatkan keramaian di Solo," ujarnya. Kini, Solo sedang menata pasar tradisional agar lebih hidup dan tak makin terpinggir oleh mal. Untuk keperluan itu, pemerintah kota menganggarkan dana Rp 7,8 miliar.

Anas Syahirul

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :