Penyakit Muntaber Serang Warga Cianjur dan Bogor

Jum'at, 27 Oktober 2006 | 17:46 WIB

TEMPO Interaktif, Cianjur:Usai lebaran, puluhan warga di Bogor dan Cianjur menderita muntah berak (muntaber) sehingga harus dibawa ke rumah sakit. Hingga Kamis, 70 orang atau hampir 75 persen dari total pasien yang mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Cianjur merupakan pasien yang terkena muntaber.

Petugas medis di instalasi gawat darurat rumah sakit tampak kewalahan, dan sebagian pasien tak kebagian tempat tidur. Akhirnya, mereka terpaksa mendapat perawatan di kursi tunggu.

Menurut Dendi Kurniadi, petugas paramedis, pasien muntaber itu berasal dari beberapa daerah seperti Kecamatan Cibeber, Gekbrong dan Ciranjang. Sebagian dari mereka terpaksa harus menjalani perawatan intensif karena kondisinya cukup parah akibat kehilangan banyak cairan.

Sejak Sabtu lalu, penyakit serupa juga melanda warga Desa Bendungan dan Banjarwaru Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor. Sebanyak 50 warga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi, dan dua orang meninggal dunia. Mereka yang meninggal adalah Siti Aminah, 70 tahun, warga Kampung Babakan Desa Banjarwaru, dan Ella (45 tahun) warga Kampung Seuseupan Desa Bendungan. Keduanya meninggal saat dalam perjalanan menuju ke RSUD Ciawi, Senin.

Dugaan sementara, penyakit muntaber yang menyerang warga di dua desa tersebut disebabkan oleh makanan yang mereka makan selama hari raya idul fitri. Sebab, warga yang terserang mengaku merasa sakit setelah memakan daging sayur dan ketupat. Penyebab lainnya, kemungkinan adalah buruknya sanitasi air bersih dilingkungan warga.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Lies Wulandari mengaku belum mengetahui secara pasti kasus ini. Ia berjanji akan segera mengirimkan tim khusus ke lokasi kejadian. Deden Abdul Aziz

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :