Markas Tentara Mataram Musnah Terbakar
Kamis, 16 November 2006 | 20:12 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Komando Resimen (Korem) 162 Wirabhakti di Jalan Pejanggik
Mataram musnah terbakar. Kebakaran pada Kamis petang ini sekitar pukul 17.45 menit Waktu Indonesia Tengah itu tidak satu ruang dan dokumen yang dapat diselamatkan.
Tiga unit mobil pemadam Pemerintah Kota Mataram yang terlambat datang tidak mampu mengatasinya. Bantuan mobil pemadam dari Bandara Selaparang tiba sekitar satu jam setelah api menyala.
Adapun bangunan berukuran sekitar 1.200 meter persegi yang musnah terbakar adalah gedung utama yang dibangun pada 1961 dan mengalami pemugaran pada 1984. Di sana, ada ruang Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Arteleri Suprayitno, Kepala Staf Korem 162 Wirabhakti Letkol Infantri Utoh Zaendi.
Anggota TNI yang berdatangan dalam waktu 25 menit berupaya menyelamatkan semua senjata yang berada di belakang ruang jaga pada bangunan sayap barat yang memang terpisah dari bangunan utama. Makorem 162 Wirabhakti berada di atas lahan seluas
Kebakaran diduga oleh Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art. Suprayitno akibat hubungan arus pendek yang tidak dipastikan lokasinya. Ia sebelumnya meninggalkan Makorem sekitar pukul 16.00 untuk menghadiri acara di Universitas 45 Mataram.
Markas Komando Resimen 162 Wirabhakti ini diambil alih PT Varindo Lombok Inti. Nilainya, Rp 8 miliar berupa bangunan baru seluas 1.800 meter persegi di atas lahan seluas 1,7 hektare di pinggiran selatan Kota Mataram.
Komandan Korem 162 Wirabhakti Kolonel Art. Supriyatno menyebutkan, tukar-tukaran markasnya tersebut sebagai okupasi yang diizinkan oleh Kepala Staf Angkatan Darat. "Okupasi itu pertukaran asset oleh pihak kedua. Proses pergantian yang ada kompensasinya bangunan," ujarnya.
Supriyantho Khafid






Komentar Anda :