Warga Rusak Markas Polisi
Sabtu, 02 Desember 2006 | 00:41 WIB
TEMPO Interaktif, Semarang:Ratusan warga Desa Kaliyaman merusak dan membakar markas polisi dekat Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjung Jati B, Jepara kemarin pagi. Aksi ini dipicu tewasnya Suroto, warga setempat yang ditembak polisi karena akan mencuri kabel listrik di kawasan pembangkit itu.
Perusakan dapat dicegah setelah aparat mencegat massa yang mencoba merangsek ke areal pembangkit. “Ada lima orang yang akan mencuri kabel,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Dody Sumantyawan, kemarin.
Menurut Dody, sebelum menembak anggotanya sudah menegur korban secara lisan. Karena teguran tak direspons, tembakan peringatan diarahkan ke kaki pelaku.
Masih kata Dody, saat aparatnya menembak Suroto, korban tidak sampai meninggal. Kabar korban meninggal ketika heboh ditemukan mayat Suroto sekitar pukul 06.00 WIB.
Jenazah Suroto tergeletak di pinggir Kali Bale Kambang, kurang lebih 100 meter dari pagar pembatas pembangkit listrik Tanjung Jati B. Korban ditemukan tak bernyawa dengan luka tembak pada bagian pantat. “Warga marah karena tidak terima,” Dody menyimpulkan.
Dia sudah membentuk tim untuk menyelidiki kronoligis penembakan. “Kami juga memeriksa anggota yang menembak korban,” katanya. Pengamanan ketat diberikan di sekitar pembangkit listrik.
Aksi serupa menimpa Markas Kepolisian Metrokibang, Lampung Timur. Hampir seluruh kaca jendela, atap kantor, berikut rumah dinas kepala polsek hancur. Amuk massa dipicu razia kendaraan bermotor polisi yang meminta sejumlah uang kepada pelanggar lalu lintas. Ketika pungutan itu diprotes warga, polisi membalas dengan pemukulan.
Warga yang tak menerima lantas meneriaki polisi maling. Polisi membalas dengan tembakan peringatan ke udara. Mendengar letusan pistol warga yang lain berdatangan sambil membawa palu, parang, linggus, dan batu menuju markas polsek.
Dalam sekejap, Kantor Polisi Sektor Metrokibang berantakan. Kejadian itu berlangsung kemarin pagi. "Kami sudah minta semua menahan diri, termasuk anggota kami," kata Kepala Polsek Metrokibang, Inspektur Satu Nurman.
Kepala Polres Lampung Timur, Komisaris Hanip, menambahkan memang ada upaya dari aparat yang hendak membalas perlakuan warga. "Kami harus bekerja keras untuk menenangkan anggota," ujarnya.
Darsono S.H., kuasa hukum warga, minta aparat instrospeksi dalam menjalankan tugas yang berhadapan langsung dengan masyarakat. "Terutama kebiasaan polisi saat merazia sambil mencari duit," ujarnya
ROFIUDDIN | SOHIRIN | NURROHMAN






Komentar Anda :