PT Freeport Minta Perbaikan Bandara Timika Ditunda

Rabu, 28 Februari 2007 | 18:11 WIB

TEMPO Interaktif, Timika:
PT Freeport Indonesia meminta penundaan perbaikan landasan pacu Bandar Udara Moses Kilangin yang retak dan mengelupas. Permintaan penundaan itu sampai 1 April 2007 dari batas waktu perbaikan akhir Februari kemarin.

Kepala Subdinas Perhubungan Udara Mimika John Rettob mengatakan, permintaan tersebut disampaikan secara informal oleh PT Airfast Aviation Facilities Company selaku pengelola bandara. "Selama satu bulan ini mereka siap-siap," kata John Rabu (28/2).

John menjelaskan, pada prinsipnya dinas perhubungan memberikan toleransi. Apalagi PT Airfast Aviation Facilities Company sudah melakukan persiapan sejak enam bulan terakhir. Salah satunya proses tender proyek, alokasi dana sampai proses pengiriman material.

Perbaikan bandara itu meliputi pelapisan ulang terhadap aspal pada landasan pacu. Sebab, pelapisan landasan terakhir dilakukan pada 15 tahun silam. "Sebenarnya pekerjaan ini tidak istimewa," ujarnya.

Kepala Bandara Moses Kilangin Timika Subagyo yang ditemui secara terpisah mengatakan, jadwal perawatan landasan pacu idealnya dilakukan setiap 5 - 7 tahun sekali. "Tetapi itu tergantung juga dari beban dan volume penerbangan bandara," kata Subagyo.

Hingga kemarin aktivitas penerbangan pesawat berbadan lebar masih berlangsung di Bandara Moses Kilangin Timika. Semula, dinas perhubungan udara di sana mengancam menutup bandara itu untuk penerbangan pesawat berbadan lebar jika aspal landasan pacu tidak diperbaiki.

Seorang pegawai dari sebuah maskapai penerbangan mengatakan, sudah bersiap-siap jika bandara ditutup. Di antara langkah yang ditempuh adalah mengubah jadwal penerbangan dan mengurangi beban muatan pesawat. "Semua kami lakukan demi keselamatan penumpang," kata pegawai maskapai itu.

TJAHJONO EP

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :