Siswa SMA Demonstrasi Tanyakan Uang Ekstrakulikuler
Senin, 04 Juni 2007 | 23:31 WIB
TEMPO Interaktif, Purwakarta:Ratusan siswa SMAN 1 Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa menuntut transfaransi manajemen sekolahnya, terutama berkaitan dengan pengelolaan dana ekstra kurikuler. "Saya mendengar ada penyelewengan dana ekstra kurikuler," kata Mohammad Iqbal, Ketua OSIS SMA itu, Senin pagi (4/6).
Menurut Iqbal, selama ini para siswa sudah cukup banyak mengeluarkan uang buat kepentingan ekstra kurikuler. "Per semester setiap siswa dipungut Rp.400 ribu," kata Iqbal. Tapi, dalam kenyataanya, setiap siswa akan melakukan kegiatan ekstrakurikuler tak pernah mendapatkan bantuan. "Jelas kami sangat dirugikan, dan kami minta penjelasan secara transfaran," tutur Iqbal lagi.
Kecuali menyoroti ihwal pengelolaan dana ekstrakurikuler, para siswa juga mengkritisi tentang banyaknya guru yang datang terlambat saat datang waktunya mengajar. Akibatnya, siswa banyak dirugikan karenabanyak tertinggal materi pelajaran. "Banyak guru indispliner," tutur siswa kelas II. Soal lain yang menjadi titik bidik kritik yakni masalah kondisi fasilitas laboratorium dan WC sekolah yang dinilai sudah tidak layak pakai.
Nana Suryana, Kepala Sekolah SMAN 1 Wanayasa, menampik aksi unjuk rasa ratusan siswa kelasa I dan II itu merupakan aksi spontanitas dari ketidakpuasan siswa terhadap manajemen sekolah. "Aksi itu memang sudah kita arahkan, biar mereka bisa mengkritisi semua prilaku yang ada di lingkungan sekolah.
Menurut Nana, dana ekstrakurikuler yang berasal dari siswa dan semestinya dikembalikan pada siswa tersebut buat kepentingan kegiatan diluar jam pelajaran, bukan tidak diberikan. "Tapi, dipakai dulu buat kepentingan pembangunan (gedung)," Nana menjelaskan. Ia berjanji akan memenuhi semua tuntutan yang dilontarkan para siswanya itu.
NANANG SUTISNA
Topik :






Komentar Anda :