Polda Lampung Waspadai Teroris di Tempat Kos

Kamis, 14 Juni 2007 | 15:52 WIB

TEMPO Interaktif, Bandar Lampung:Polda Lampung akan memperketat pengamanan setelah ditangkapnya sejumlah teroris, termasuk Abu Dujana, di Jawa Tengah. Polisi akan mewaspadai para buronan teroris yang bersembunyi di tempat-tempat kos.

"Saya sudah memerintahkan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan khususnya di tempat kos dan penginapan," kata Kepala Polda Lampung, Brigadir Jenderal Suharijono Kamino, Kamis (14/6).

Suharijono mengungkapkan, setelah digerebek Tim Densus 88 di Jawa Tengah, ada kemungkinan jaringan teroris Abu Dujana dan Nurdin M Top melarikan diri ke Sumatera. Sebagai daerah pintu gerbang Sumatera, Polda Lampung harus memperketat pengawasan keamanan.

"Kita tidak ingin kecolongan seperti beberapa waktu lalu. Sebelum meledakkan bom JW Marriot di Jakarta tahun 2003, ternyata sejumlah gembong teroris sempat menyewa kos-kost mahasiswa di Bandar Lampung," kata Kapolda.

Di antara gembong teroris yang dimaksud adalah Doktor Azahari, Nurdin M. Top, dan Asmar Latin Sani. Mereka menyewa tempat kos di daerah Kedaton, Bandar Lampung, milik seorang dosen Universitas Lampung. Di tempat kos itulah, selama hampir dua bulan, Doktor Azahari dan kawan-kawan diduga merakit bom dan merencanakan teror di Hotel JW Marriot, Jakarta.

Selain tempat kos, Kapolda Lampung juga telah berkoordinasi dengan para pemilik pesantren. "Kami minta agar para pemilik pesantren mewaspadai para pendatang baru. Karena bisa saja buronan teroris itu bersembunyi di pesantren dengan dalih hendak belajar agama," katanya.

Nurochman

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :