Fosil Gajah Purba Ditemukan di Luar Situs Sangiran
Sabtu, 04 Agustus 2007 | 09:35 WIB
TEMPO Interaktif, SOLO:
Museum Sangiran memastikan tulang yang ditemukan Sutiman, 30 tahun, warga Pringgodani, Desa Pakel, Kecamatan Andong, Boyolali, Jawa Tengah, merupakan fosil gajah purba. Fosil tersebut merupakan humerus atau potongan kaki gajah pada bagian depan.
Menurut petugas laboratorium Museum Sangiran, Gunawan saat dihubungi TEMPO diperkirakan berumur 800.000-250.000 tahun. "Kalau dilihat dari jenis tanah di lokasi penemuan pada formasi kabuh dengan jenis batuan konglomerat," kata dia, Sabtu (4/8).
Gunawan menjelaskan formasi kabuh memiliki ciri tanah berupa pasir dan kerikil halus, lanau atau gravel sungai air tawar. Lapisan tanah ini, memang selama ini paling banyak menghasilkan fosil mamalia, manusia purba, serta alat berburu dari batu.
Menurut Gunawan, fosil yang ditemukan di luar situs Sangiran ini tergolong istimewa karena wujudnya masih utuh. "Di Museum Sangiran , koleksi Humerus kebanyakan hasil konservasi dari serpihan ukuran kecil," kata dua.
Pekan lalu, seorang petani di Desa Pakel, Kecamatan Andong menemukan tulang fosil berukuran panjang lebih dari satu meter dengan lebar dan tebal masing-masing 30 sentimeter itu di dasar sungai yang sedang mengering.
Saat itu Sutiman sedang mencari air untuk mengairi sawahnya. Menurut Gunawan, karena ditemukan di luar situs, sampai saat ini fosil tersebut belum bisa diminta untuk disimpan di museum. "Mestinya disimpan di museum, tetapi menunggu dulu dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala," katanya.
imron rosyid
Topik :






Komentar Anda :