Situs Calon Arang Rawan Pencurian

Kamis, 13 Desember 2007 | 11:53 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:Situs Calon Arang di Dusun Butuh, Desa Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur rawan dicuri karena tidak ada petugas penjaganya. Selama ini hanya masyarakat sekitar yang merawat dan membersihkan lokasi situs yang terletak di tengah perkebunan tebu itu.

"Bekas tempat tinggal Calon Aarang ini kami hormati dan kami rawat bersama-sama. Setiap hari, jika berangkat ke sawah, pasti ada yang menyempatkan untuk menyapu dan membersihkan batu-batu ini," kata Darto, salah seorang warga yang sedang membersihkan situs Calon Arang, Kamis (13/13).

Menurut Darto, meskipun dirawat secara mandiri oleh masyarakat, namun keamanan situs tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan karena tidak ada petugas yang menjaganya. "Kami turut menjaga keamanannya, tapi tidak bisa maksimal karena posisinya terletak di tengah kebun tebu agak jauh dari pemukiman," tambah Darto.

Dari pantauan Tempo, di situs itu terdapat dua buah batu yang merupakan ambang pintu dari bahan batu andesit. Ambang pintu pertama berukuran: panjang 135 cm, lebar 56 cm dan tebal 29 cm. Ambang pintu kedua berukuran: panjang 137 cm, lebar 38 cm dan tebal 23 cm. Keduanya dalam kondisi baik. Pada sisi atas di sebelah akan dan kiri terdapat dua lobang segi empat dan lingkaran. Kemungkinan ini dipakai tempat pilar penyangga semacam kusen pintu.

Selain ambang pintu terdapat 4 buah umpak dari bahan batu andesit yang rata-rata berukuran: panjang bawah 50 cm, panjang atas 45 cm, lebar bawah 50 cm, lebar atas 45 cm dan tinggi sekitar 50 cm. Keempat umpak batu berbentuk prisma itu diperkirakan merupakan pondasi penyangga empat sudut rumah. Juga terdapat dua buah balok batu dari bahan batu andesit dengan ukuran, batu pertama: panjang 62 cm, lebar 40 cm dan tebal 17 cm. Batu kedua: panjang 67 cm, lebar 47 cm dan tebal 18 cm.

Meskipun berada di pelosok pedusunan, namun situs tersebut sempat mengundang para peneliti di antaranya dari Bali. Menurut drg Soetjahjo Gani, salah seorang budayawan di Kota Kediri, kedatangan para peneliti Bali itu untuk membuktikan apakah ada keterkaitan antara situs tersebut dengan dramatari kolosal Calon Aarang yang selama ini diklaim sebegai hasil kesenian asli Bali.

"Situs Calon Arang pernah didatangi tim dari Bali dari Yayasan Bapak Prof. DR. Wyn Mertha Suteja, SH, PhD. Rencananya di atas tanah di mana situs Calon Arang berada ini akan dibangun semacam bangunan," kata Soetjahjo Gani, yang bertahun-tahun menelusuri ikhwal Calon Arang.

Menurut Gani, dengan kedatangan tim dari Bali itu, menunjukkan bahwa kalangan budayawan Bali juga menyepakati tanah kampung halaman Calon Arang memang di Dusun Butuh.

"Harus diakui bahwa Calon Arang memang asli Kediri. Sudah waktunya sejarah diluruskan dan seharusnya lokadi itu mendapat penjagaan ketat untuk menghindari penjarahan," kata Gani.

DWIDJO U. MAKSUM

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • Situs purbakala adalah petunjuk

    Jangan abaikan peninggalan sejarah sekecil apapun, karena itu adalah merupakpn petunjuk bagi kita, bagaimana orang sebelum kita mencapai kejayaan.
    Pengirim : Amin di Kudus
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: