Enam Warga Jepara Tewas Akibat Demam Berdarah
Rabu, 06 Februari 2008 | 11:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jepara:Memasuki pekan pertama Februari, enam orang meninggal dunia di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, akibat serangan demam berdarah dengue (DBD).
Sementara jumlah penderita DBD meningkat drastis, yang pada pekan lalu 600 orang, sekarang mencapai 815 orang penderita. Angka ini belum termasuk mereka yang tidak melapor. Ada pun ancaman penyakit ini belum terlihat akan berhenti.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Dr Agus Salim Riyadi, pesatnya serangan DBD ini disebabkan faktor perubahan iklim dan kesadaran lingkungan yang kurang. "Kami berharap ada dukungan masyarakat untuk gerakan bersama membasmi sarang nyamuk," pinta Agus Salim (6/2).
Pihak Dinas Kesehatan menyatakan angka penderita DBD di Jepara dalam kondisi luar biasa (KLB). Selain penyakit ini, penyakit chikungunya juga mengganas.
Kondisi ini tampak mengulangi kejadian tahun lalu. Pada Pebruari tahun lalu, penderita tercatat 2.358 dengan korban meninggal sebanyak 41 orang. Angka ini belum termasuk mereka yang tidak melapor.
Akibatnya, rumah sakit dan puskesmas ruang rawat inapnya penuh dengan penderita DBD. Terbatasnya ruang rawat inap ini, sempat membuat para penderita dirawat di lorong-lorong rumah sakit.
"Kami terpaksa merawatnya di lorong ini karena kehabisan ruang perawatan inap," ujar Dokter (g) Kusnarto, Direktur Rumah Sakit Umum Kartini Jepara. Juga, sebagian dari penderita banyak diopname ke Kudus.
Ketua DPRD Jepara Masnukhin, menilai merebaknya penyakit DBD dan chikungunya disebabkan kurangnya penyuluhan dari instansi terkait. "Ini akibat kurang optimalnya instansi terkait dalam melakukan sosialisasi pentingnya bersih lingkungan, terutama memberantas sarang nyamuk," kata Masnukhin.
Sementara, banyak keluhan dari masyarakat bahwa upaya pemerintah melakukan pemberantasan lewat pengasapan di desa-desa endemik dirasa masih kurang.
Bandelan
Topik :






Komentar Anda :