Korban Angin Puyuh Berharap Bantuan Perbaikan Rumah
Selasa, 11 Maret 2008 | 13:14 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri:210 rumah warga di Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dan 1 rumah ibadah serta 1 fasilitas umum penyimpan alat pemakaman rusak diterjang angin puyuh pada Minggu (9/3) lalu. Warga pun mengharapkan bantuan pemerintah setempat.
"Kami mengharap pemerintah bisa segera membangun lagi rumah-rumah warga yang rusak agar kami bisa kembali bekerja dan menjalankan aktivitas sehari-hari," kata Wanto, salah seorang warga yang turut menjadi korban amukan angin puyuh, Selasa (11/3).
Rumah-rumah yang rusak itu berada di Desa Kunjang (82 rumah), Desa Duwet (60 rumah serta satu tempat ibadah), Desa Tenggerlor (26 rumah dan 1 bangunan penyimpan peralatan pemakaman) dan di Desa Kapas (42 rumah).
"Semua rumah dan bangunan yang rusak akan direhabilitasi dengan bantuan pemerintah," kata Sigit Rahardjo, juru bicara Pemkab Kediri, Selasa (9/3).
Menurut Sigit, saat ini, selain terus mengerahkan tenaga untuk membersihkan puing-puing, Bupati Kediri Sutrisno juga telah mengirimkan bantuan berupa 2 ton beras, mie instan, 125 dus air mineral dan 200 kilogram minyak goreng.
"Tim Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) dibantu aparat TNI/Polri, Satpol PP dan relawan akan terus berada di lokasi hingga kondisinya kondusif. Bantuan kerusakan disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang dialami," kata Sigit.
Selain menyebabkan kerusakan rumah, angin puyuh juga menyebabkan puluhan pepohonan, tiang listrik dan telepon roboh serta korban luka-luka. "Korban luka bertambah mencapai 14 orang dan telah mendapat perawatan intensif di rumah sakit. Mereka kami bebaskan dari segala biaya pengobatan," kata Sigit.
DWIDJO U. MAKSUM
Topik :





