Kapolda Jambi Minta Maaf Atas Pengeroyokan Mahasiswa

Rabu, 30 April 2008 | 12:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jambi:Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Brigadir Jenderal Budi Gunawan, meminta maaf kepada seluruh aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jambi, seluruh civitas akademika Universitas Batanghari, terutama bagi para korban pengeroyokan oleh 30 personel Brimob Jambi, Senin malam lalu.

Pernyataan maaf tersebut dikemukakan langsung Kapolda Jambi saat melakukan pertemuan dengan pihak pengurus dan aktivis HMI Universitas Batanghari Jambi di kediaman Prof. Dr. Muchtar Latif, Rektor Institut Agama Islam Negeri Jambi, di kawasan Telanaipura Kota Jambi, Rabu (30/4).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri Rektor Universitas Batanghari Fahrulrozi, Ketua Presidium HMI Uiversitas Batanghari Hadi Suprapto Rusli, Kapolda Jambi menyatakan akan menindak tegas oknum aparatnya yang terlibat pada kejadian tersebut.

"Saat ini sudah enam orang kita proses dan kini sudah ditahan di Mapolda Jambi. Jika terbukti bersalah kita akan tindak sesuai dengan aturan berlaku, mulai dari sanksi disipliner, kode etik, pidana dan bisa juga dilakukan pemecatan," ujar Budi.

Menurut Budi, para oknum anak buahnya itu baru empat bulan bertugas setelah lulus dari Akademi Kepolisian. "Saya berharap adik-adik mahasiswa ikut membantu dalam upaya menciptakan kedisiplinan anggota polisi di sini," ujarnya.

Sementara itu, para mahasiswa Universitas Batanghari tetap mengancam akan melakukan aksi demo bila tuntutan mereka tidak dipenuhi pihak Polda setempat, tiga hari ke depan mulai dari hari ini.

Para mahasiswa menuntut agar Kapolda Jambi menindak tegas anak buahnya yang terbukti terlibat dalam aksi itu. Kemudian, meminta maaf secara langsung, baik secara lisan maupun tertulis dan mengharapkan para pelaku pengeroyokan diumumkan identitasnya. Kapolda Jambi dalam kesempatan tersebut berjanji akan memenuhi semua tuntutan mahasiswa.

Aksi penyerbuan dan pengeroyokan itu dilakukan para oknum Brimob Polda Jambi, sekitar pukul 19.00 WIB, Senin malam lalu. Ketika itu delapan mahasiswa yang umumnya aktivis HMI Universitas Batanghari Jambi sedang berada di sekretariat HMI Universitas Batanghari, beralamat di Jalan Sri Soedewi, Telanaipura, Kota Jambi.

Akibatnya, beberapa orang di antara mahasiswa tersebut mengalami cedera luka memar di sekujur tubuh mereka. Dua mahasiswa di antaranya, Bambang dan Aminudin, yang berstatus semester akhir pada Fakultas Teknik Lingkungan Universitas Batanghari Jambi kini masih dirawat secara intensif di RSUD Raden Mataher Jambi. Keduanya mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh, terutama bagian kepala yang diduga akibat benturan keras benda tumpul.

SYAIPUL BAKHORI

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :