Bandara Balikpapan Terancam Lumpuh
Selasa, 06 Mei 2008 | 13:35 WIB
TEMPO Interaktif, Balikpapan:Bandara Sepinggan Balikpapan terancam lumpuh menyusul rencana aksi mogok kerja 283 anggota Serikat Pekerja pada 7-9 Mei nanti. Sejumlah fungsi penerbangan, yaitu security, airport moment control, pemadam kebakaran, penyelamatan penerbangan pesawat dan administration dipastikan tidak berfungsi.
"Kami tetap masuk kerja, namun tidak melakukan aktivitas kerja," ungkap juru bicara Serikat Pekerja Angkasa Pura I Balikpapan, Agus Ekananto, hari ini.
Rencana mogok itu menyusul tidak adanya kesepakatan perjanjian kerja antara Serikat Pekerja dan PT Angkasa Pura. Terdapat tiga poin perjanjian kerja yang mendapatkan perhatian, yaitu masalah penetapan gaji pokok, tunjangan hari raya dan kesehatan pensiun. PT Angkasa Pura, menurut Agus, masih menetapkan sistim penggajian karyawan sesuai standar gaji pegawai negeri sipil (PNS).
Rencananya mogok massal akan diikuti Serikat Pekerja Angkasa Pura dari wilayah Balikpapan, Biak, Ujung Pandang, Yogjakarta, Manado, Ambon dan Jakarta.
Aksi mogok kerja, kata Agus, menyisakan pemandu lalu lintas penerbangan pesawat. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 Tentang BUMN melarang mogok kerja layanan penerbangan ini. "Hanya satu ini yang masih berfungsi," tuturnya.
Dengan tidak berfungsinya sejumlah layanan penerbangan, Serikat Pekerja tidak menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang pesawat. "Kalau ada apa-apa, bukan tanggung jawab kami," tegasnya.
Bandara Sepinggan setiap hari melayani 8 ribu penumpang komersial domestik dan international. Bandara tersebut menjadi pintu gerbang Kalimantan dengan kota-kota besar lainnya.
SG Wibisono
Topik :






Komentar Anda :