Bendahara Dinas Pendidikan Diduga Bunuh Diri Karena Stres
Kamis, 05 Juni 2008 | 00:47 WIB
TEMPO Interaktif, Medan:Tindakan bunuh diri yang dilakukan Bendahara Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Manahan Pandiangan (47 tahun), di dalam sel tahanan Blok G Rutan Tanjung Gusta Medan, diduga akibat stres terkait kasus dugaan korupsi yang kini menjeratnya.
Kepala Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM Sumatera Utara, Sihabuddin, mengatakan hasil pemeriksaan tim Labfor Polda Sumut menunjukkan tidak ada tanda-tanda penganiayaan. “Ini murni tindakan bunuh diri. Karena ada tanda di dubur keluar kotaran dan keluarnya air mani. Itu tanda orang bunuh diri,” kata Sihabuddin kepada Tempo, Rabu malam (4/6).
Menurut Sihabuddin, Manahan Pandiangan pertama kali ditemukan petugas Rutan Tanjung Gusta, Yogo Wirastanto, tergantung di dalam kamar mandi dengan menggunakan tali sepatu, Rabu (4/6) pukul 17.30 WIB. “Korban gantung diri dengan tali sepatu di kamar mandi,” ujar Sihabuddin.
Sejak 13 Mei lalu, Manahan bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Taroni Hia, ditahan di Rutan Tanjung Gusta Medan Jalan Lembaga Permasyarakat, Medan Helvetia, oleh penyidik Pidana Khusus Kejari Medan. Keduanya dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi penggunaan angaran UN 2006-2007 dengan nilai kerugian negara Rp 1,5 miliar.
Taroni dan Manahan disatukan dalam sel Rutan di Blok G. Bersama tersangka korupsi itu, juga berada di dalam sel yang sama narapidana Bastian. “Karena tiap sel jumlahnya ganjil. Ada yang satu dan tiga. Satu sel dengan korban, atasannya Taroni Hia dan napi bernama Bastian,’ ujar Sihabuddin.
Menurut Sihabuddin, saat kejadian, korban berada sendiri di dalam sel, sedangkan Taroni Hia menjalani pemeriksaan di Gedung Kejari Medan Jalan Adi Negoro. “Napi Bastian sedang di luar sel. Untuk pengusutannya, jenazah kita bawa ke Rumah Sakit Pirngadi Medan.” Soetana Monang Hasibuan
Topik :






Komentar Anda :