Kepala Desa Didemo Warga Karena Potong BLT
Kamis, 28 Agustus 2008 | 17:55 WIB
TEMPO Interaktif, BANYUWANGI:Ratusan warga Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi mendemo Kepala Desanya, Muhammad Farid. Mereka mendesak Muhammad Farid segera berhenti dari jabatannya karena diduga telah melakukan sejumlah penyimpangan.
Massa menuju kantor desa dengan membawa keranda tiruan bertuliskan 'Koruptor Penindas Rakyat'. Massa terus meneriakkan desakan supaya kadesnya berhenti. "Berhenti saja, ketimbang jadi koruptor," teriak massa. Aksi warga ini dijaga ketat aparat kepolisian dari Kepolisian Sektor Kabat dan Kepolisian Resor Banyuwangi.
Massa nyaris ricuh karena kepala desa tak kunjung menemui massa meski telah ditunggu sekitar satu jam. Untuk mencegah massa semakin marah, kades akhirnya mau berdialog dengan satu perwakilan massa.
Kordiantor Aksi, Nursyam, mengatakan kemarahan warga memuncak karena kades melakukan pemotongan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu perorang pada 20 Juli lalu. "Padahal katanya BLT tidak boleh dipotong," kata Nursyam. Saat itu, katanya, warga belum berani memutuskan untuk mendemo karena masih mengumpulkan kesalahan kades lainnya.
Muhammad Farid mengatakan, tidak ada pemotongan dalam pembagian BLT. Bila ada yang dipotong, katanya, karena untuk dibagikan kepada warga miskin lain yang belum kebagian BLT. "Itupun sudah melalui kesepakatan warga," kata Farid. IKA NINGTYAS
Topik :






Komentar Anda :