Semua Jalur Selatan Dialihkan Ke Jalur Utara
Jum'at, 29 Agustus 2008 | 15:56 WIB
TEMPO Interaktif, NGANJUK: Dampak terbesar dari anjloknya kereta api pengangkut minyak di jembatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk adalah lumpuhnya semua jalur kereta api wilayah selatan. Karena semua kereta api jalur selatan harus melalui Kertosono jika hendak menuju Surabaya, Kediri, Malang, Jember dan Banyuwangi.
PT Kereta Api Indonesia memutuskan membelokkan semua kereta api jalur selatan ke jalur utara di stasiun Solo. Dari Solo kereta api melalui stasiun Gundi, Gambringan, Bojonegoro, kemudian memasuki Surabaya.
"Jadi semua kereta api tetap beroperasi, tapi rutenya yang kami ubah," kata Eko Budiyanto, Humas Daerah Operasi VII Madiun, di sela-sela memantau evakuasi di jembatan Kertosono, Jum'at (29/8).
Sebanyak 15 kereta api jalur selatan harus berputar melalui jalur utara. Sedangkan bagi penumpang dari Jakarta, Bandung dan Yogyakarta yang hendak menuju Madiun dan Kertosono diangkut menggunakan bus yang biayanya ditanggung PT Kereta Api. "Kami perkirakan Sabtu (30/8) besok evakuasi sudah selesai dan rute kembali normal," kata Eko.
Setidaknya 15 kereta api yang terpaksa berpindah jalur itu adalah: Gaya Baru (Jakarta-Surabaya), Matarmaja (Jakarta-Malang), Bima (Jakarta-Surabaya), Bangunkarta (Jakarta-Jombang), Mutiara Selatan (Bandung-Surabaya), Gajayana (Jakarta-Malang), Turangga (Bandung-Surabaya), Brantas (Jakarta-Malang), Kahuripan (bandung-Surabaya), Sancaka Siang (Yogjakarta-Surabaya), Sancaka Malam (Yogjakarta-Surabay), Sri Tanjung (Yogjakarta-Banyuwangi), Logawa (Cilacap-Jember), Argo Wilis (Jakarta-Surabaya) dan Pasundan (Bandung-Surabaya).
Tempo| Dwidjo U.Maksum




Komentar Anda :