close

Tips Menghindari Daging Glonggongan

Jum'at, 05 September 2008 | 11:36 WIB

TEMPO Interaktif, Purwokerto: Beredarnya daging berisi air, atau yang biasa disebut daging glonggongan, dapat membuat masyarakat cemas. Untuk mengantisipastinya, ada sejumlah tips yang dapat membedakan antara daging normal dengan daging glonggongan.

"Di pasar, pedagang sering tidak menggantung dagingnya," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Tjutjun Sunarti Rochidie, Jumat (5/9).

Menurut Tjutjun, para pedagang biasanya tidak mau daging glonggongan jualannya digantung. Sebab, jika digantung, kandungan air yang berada di dalam daging tersebut pasti akan menetes. Selain itu, daging glongan terlihat berwarna lebih pucat dibanding daging sapi normal.

Dan jika daging glonggongan dimasak, biasanya akan menyusut hingga 30 persen. "Sebelum dan sesudah dimasak, tidak akan tahan lama," jelas Tjutjun.

Sedangkan dari segi harga, kata Tjutjun, daging glonggongan lebih murah dibanding daging sapi normal. Saat ini harga daging glonggongan dihargai Rp 50 ribu per kilogram, lebih rendah Rp 5000 per kilogram dibanding daging normal.

Majelis Ulama Indonesia sendiri menggolongkan daging jenis tersebut dalam kategori haram. Selain sangat merugikan konsumen, dalam proses penyembelihannya harus menyiksa sapi terlebih dahulu.

Aris Andrianto

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan