Korban Sriwijaya Air Bingungkan Biaya Pengobatan

Jum'at, 05 September 2008 | 14:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Keluarga petani yang menjadi korban tabrakan pesawat Sriwijaya Air di Jambi, pekan lalu, kini bingung soal biaya perobatan. Total biaya pengobatan keluarga yang terdiri dari tiga orang tersebut mencapai Rp 71,4 juta.

"Saya bingung dari mana kami dapat membayar biaya berobat sebesar itu, karena belum ada kejelasan apakah pihak Sriwijaya sepenuhnya mau menanggung semuanya. Sebab belum ada perjanjian secara tertulis antara kami dengan Sriwijaya Air", kata Pasri, 40 tahun, kepada wartawan, Jumat (5/9), di kediamannya di kawasan Kelurahan Paal Merah, Kota Jambi.

Pasri adalah korban tertabrak pesawat Sriwijaya Air jenis Boeing 737-200 tujuan Jakarta-Jambi yang tergelincir saat hendak lepas landas di Bandara Sultan Thaha Syaifuddin, Jambi, pada pekan lalu. Ia menderita luka ringan di kepala. Sedangkan anaknya, Rahmat Sadikin, 4 tahun, mengalami patah tulang kaki. Kondisi keduanya kini mulai membaik hingga diijinkan pulang ke rumah. Hanya saja, dokter yang menangani memperkirakan kondisi Rahmat akan pulih dalam waktu tiga bulan ke depan.

Namun demikian, Seno, 50 tahun, suami Pasri dan ayah Rahmat, belum diijinkan pulang. Hingga saat ini Seno yang kaki kiri dan tangan kanannya telah diamputasi masih menjalani perawatan di ruang gawat darurat Rumah Sakit Asia Medika, Jambi.

Menurut Indra Novera, Humas Rumah Sakit Asia Media, pihaknya masih menunggu pembayaran biaya pengobatan Seno dan keluarganya dari maskapai Sriwijaya Air. Kalaupun Pasri dan Rahmat diijinkan pulang, itu semata dikarenakan faktor kemanusiaan.

Pihak Sriwijaya Air yang hendak dimintai konfirmasi mengenai masalah biaya ini tidak bisa dihubungi. Telefon seluler Fajar Aditya, Distrik Manajer Sriwijaya Air Cabang Jambi, yang telah dikontak tidak pernah diangkat.

Namun demikian, Pejabat Hubungan Masyarakat PT Jasa Raharja Cabang Jambi, Abu Bakar Al-Jufri, menyatakan total biaya yang dikeluarkan pihaknya untuk 28 orang penumpang yang menjadi korban kecelakaan pesawat ini mencapai Rp 29 juta. Ini adalah biaya untuk penumpang yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan yang ditanggung Jasa Raharja.

"Untuk Seno dan keluarganya, kita juga sudah (membuat) komitmen dengan pihak rumah sakit dan Sriwijaya Air, dalam waktu dekat mereka akan menyelesaikan seluruh biayanya," ujar Abu Bakar.

Syaiful Bakhori






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: