close

Sultan Yogya Usul Kotanya Disebut Kota Republik

Jum'at, 05 September 2008 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Hari ini, persis 63 tahun yang lalu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mengeluarkan maklumat bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dan pada hari ini, puteranya, Sri Sultan Hemangku Buwono X, mengusulkan Yogyakarta mendapat sebutan Kota Republik.

"Yogyakarta tidak hanya jadi kota perjuangan, kota pendidikan, tetapi ditambah satu kalimat, Kota Republik," kata Sultan Hamengkubuwono X kepada wartawan, Jumat (5/9), di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Yogyakarta.

Alasan yang diberikan Sultan ini adalah dikarenakan ayahnya, Sri Sultan Hamengku Buwono IX, konsisten dalam memihak republik. "Tidak sekedar pernyataan, tetapi juga dilakukan," ujarnya.

Dari sisi sejarah, Yogyakarta pernah juga menjadi ibukota Republik Indonesia. Presiden Soekarno, saat menjadi Presiden pertama, juga dilantik di Siti Hinggil, Keraton Yogyakarta. Sultan menginginkan keraton kelak menjadi penjaga kebudayaan, bukan ikut dalam politik formal.

Bernarda Rurit

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Ah, sultan cengeng juga.

    Udahlah, nggak usah ngungkit2 jasa masa lalu. Kami di daerah2 lain apa modal kolor doang memperjuangkan NKRI ini? Maju demokrasi, pilkada Jogja,semoga Sultan nggak cengeng lg.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan