close

Dua Calon Independen Ikut Pemilihan Wali Kota Padang

Senin, 08 September 2008 | 14:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Komisi Pemilihan Umum Kota Padang menetapkan lima pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Padang. Dua di antaranya pasangana dari calon independen, jago dari partai politik.

Mereka akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah Kota Padang pada Oktober mendatang. "Kelima pasangan ini lolos verifikasi dari  6 pasangan yang mendaftar,"  kata  Ketua KPU Kota Padang, Endang Mulyani , Senin (8/9).

Mereka adalah Fauzi Bahar dan Mahyeldi Ansharullah yang diusung Partai Amanat Nasional  dan Partai Keadilan Sejahtera.  Fauzi merupakan  Wali Kota Padang, adapun  Mahyeldi  wakil ketua DPRD Sumatera Barat.

Pasangan lainnya  Yusma Kasim dan Yulahyari Sastra yang dicalonkan Partai Persatuan Pembangunan dan PDI Perjuangan. Pasangan Jasrial dan Mukhlis Sani  diusung Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang. Dua pasangan berikutnya 

Ibrahim dan Murlis Muhammad serta pasangan Mudrika dan Danil Aswad. Kedua pasangan itu dari calon perseorangan.  Hari ini KPU Kota Padang akan menetapkan nomor urut kelima pasangan tersebut.

Febrianti

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [1] :

  • Penghitungan suara pilkada

    Kisruh Pilkada yang paling sering terjadi adalah pada saat penghitungan suara oleh KPUD, sehingga menimbulkan sensitifitas bagi para pendukung pasangan,dan ini sering menimbulkan konflik yang berkepanjangan. Adalah salah satu media TV yang berhasil memprakarsai penghitungan cepat dan dapat memperkirakan prosentase suara dengan cepat dan tepat, sehingga dapat meredam konflik antara KPUD dengan masa pendukung pasangan pilkada, bukankah KPUD dapat menjalin kerjasa sama dengan media untuk meminimalisir kericuhan tentang pemilihan suara tersebut.

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan