close

Makanan Rusak Banyak Ditemukan di Pasar Swalayan

Senin, 08 September 2008 | 15:33 WIB

TEMPO Interaktif ,  Yogyakarta: Memasuki minggu kedua bulan puasa kali ini, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Yogyakarta menggelar operasi makanan ke sejumlah supermarket, Senin (8/9). Puluhan makanan kaleng yang tidak memenuhi persyaratan mutu dan label disita.

Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar  Yogyakarta, Zulaimah, menjelaskan, pihaknya akan memusnahkan makanan atau minuman yang disita kalau memang berbahaya bagi konsumen. Jika makanan atau minuman yang disita tidak berbahaya bagi konsumen maka pihaknya hanya akan mengembalikan produk makanan dan minuman ke toko yang menjual barang-barang tersebut.

“Memasuki minggu kedua puasa kali ini, operasi kami lakukan di beberapa supermarket. Kami akan terus melakukan operasi pasar sampai menjelang lebaran. Minggu pertama operasi kita ini yang menjadi sasaran adalah supermarket. Minggu depan sasaran kami adalah pasar-pasar tradisional,” kata Zulaimah

Pantauan operasi di Carrefour Maguwo, petugas menemukan puluhan makanan kaleng dalam kondisi rusak. Kemasan parcel yang dari luar tampak bagus ternyata sebagian makanan kaleng yang digunakan untuk parcel juga rusak.

Ia menjelaskan, dalam operasi pengawasan makanan ini pihaknya membagi dalam empat tim. Dua tim di antaranya bertugas untuk melakukan pengawasan di Kabupaten Bantul, dan dua di antaranya di wilayah kabupaten Sleman.

Untuk operasi pengawasan, kata dia, pihaknya sudah secara rutin menggelar operasi. Untuk tahun 2008 ini ada sembilan pedagang yang diproses hukum karena menjual obat keras secara illegal dan mengganti tanggal kadaluwarsa.
“Untuk sejumlah kasus tersebut rata-rata masih diproses di kejaksaan,” kata dia.

Pada 2007, jumlah kasus yang berhasil ditangani sebanyak 14 kasus dan untuk tahun 2005 dan 2006 sebanyak 12 kasus.

Sementara divisi makanan Carrefour Maguwo, Dana Sulistya, mengungkapkan, pihaknya tidak tahu menahu masalah produk yang rusak. Sebab, pihaknya sudah percaya dengan distributor. Namun demikian, karena ternyata banyak yang ditemukan rusak maka pihaknya akan menukar produk itu ke distributor.

"Kami juga akan komplain dengan distributor, karena akan menurunkan kepercayaan konsumen kepada kami,” kata dia.

Muh Syaifullah


  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan