Warga Ternate Ancam Demo lagi

Selasa, 07 Oktober 2008 | 10:53 WIB

TEMPO Interaktif, Ambon: Warga Kota Ternate mengancam akan melakukan demo lagi hari ini pasca pelantikan Thaib Armaiyn dan Abdulgani Kasuba sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.

Kepala Divisi Humas Polda Maluku Utara Ajun Komisaris Besar Sih Harno, kepada Tempo, mengakui pihaknya telah menerima permintaan izin demo hari ini. Namun ia berharap peserta demo juga tidak ramai seperti kemarin.

Dalam permohonan izin demo kemarin disampaikan akan diikuti 10 ribu orang, meski kenyataannya diikuti 60 orang. "Mudah-midahan massa yang demo hari ini juga sama seperti kemarin," katanya.

Meski demikian, jika tejadi pengerahan massa yang cukup banyak, Polda Maluku Utara telah siap mengantisipasinya karena didukung dua satuan setingkat kompi (SSK) dari Brimob Kelapa Dua Jakarta. "Kekuatan yang ada belum termasuk kekuatan TNI yang setiap saat siap mem-back up polisi," ujar Harno.

Sementara itu polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam aksi perusakan kendaraan dinas ketika  melakukan demo kemarin. Ketiga wanita yang sudah diamankan itu saat ini dalam proses penyidikan di Polda Maluku.

Demo kemarin bermula dari kediaman Abdul Gafur di Tanah Tinggi, Ternate, sekitar pukul 08.30. Aksi bakar ban membuat akses ke Kampus Politeknik Ternate tertutup sehingga para mahasiswa terpaksa berjalan kaki. Tak ada polisi yang membubarkan aksi tersebut.

Karena tak puas, aksi yang didominasi kaum perempuan itu, beranjak menuju kantor Gubernur Maluku Utara, tapi kali ini polisi mencegah mereka ketika tiba di simpang Jalan Tanah Tinggi dan Jalan Yos Sudarso. Lagi-lagi para pendemo membakar ban bekas di jalan ini.

Aksi dorong polisi dan massa pendukung Gafur tak terhindari. Massa semakin beringas dan membakar semua atribut Partai Demokrat yang ada di kawasan itu. Ketika satu unit kendaraan milik Pemerintah Maluku Utara melintas di kawasan itu, mobil dinas itu pun jadi sasaran massa hingga kacanya hancur.

Tiga sekolah dasar yang ada di kawasan Tanah Tinggi terpaksa memulangkan murid-muridnya lebih awal, karena guru mereka takut aksi demo meluas. Beberapa pasien di RSUD Chasan Boesoerie di kawasan Tanah Tinggi juga minta dipulangkan, setelah mengetahui pengunjuk rasa sempat merusak beberapa kendaraan di pekarangan RSU tersebut. Aksi demo baru berakhir sekitar pukul 12.00.

Syaiful A. Ruray, Wakil Ketua DPRD Maluku Utara, yang juga ketua tim pemenangan pasangan Abdul Gafur-Rahim Fabanyo, mengatakan aksi demo tersebut merupakan buntut ketidakpercayaan masyarakat terhadap kebijakan yang diambil pemerintah pusat dalam pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2008 - 2013. "Masa sih melakukan kegiatan pelantikan saat orang masih berlibur," katanya.

Mochtar Touwe






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
  • selamat TA-GA

    ass...pak ta. dan ga basmi itu cewe-2 yang biasa parrkir tiap malam di swering itu ,dan basmi itu minuman captikus dan teman-2 nya.jangan cuma ambil hasilnya aja tapi lihat d
    Pengirim : pace di jailolo
  • Sampe jua bung Gafur

    Bung Gafur, Sebagai anak daerah Malut, ale memang merasa terpanggil utk bangun daerah dan mensejahterakan ale pung basudara sedaerah. Bukankan dengan mengalah dan menggungu samapi pilkada yg akan datang termasuk dalam menenangkan masayarakat sehingga pembangunan kesejahteraan itu bisa terwujud?. Sampe disini jua kapa bung, jang bikin katong tamba susah, katong su ketinggalan jauh dari basudara lain. tunggu jua sampe lima taon yang akan datang.. Hidup bung Gafur! Minggus warga Malut tinggal di Hiroshima
    Pengirim : Minggus di Hiroshima
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: