Miras "Maut" Indramayu Dipasok Luar Jawa Barat

Selasa, 07 Oktober 2008 | 16:17 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:- Minuman keras (miras) yang mengakibatkan keracunan massal di Indramayu beberapa waktu lalu ternyata dipasok dari luar Jawa Barat. Kepolisian Daerah Jawa Barat sendiri sedang menyelidiki kasus tersebut. "Kalau saya sebut menyinggung daerah lain, tapi (asalnya) dari luar  Jawa Barat" kata Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Susno Duadji di Bandung, Selasa (7/10).

Menurut Susno, begitu kasus keracunan massal itu terjadi, ia telah memerintahkan anak buahnya memeriksa asal miras yang membawa maut itu. Apalagi peristiwa ini sudah kedua kalinya terjadi, bersamaan dengan Lebaran tahun lalu. Sebagian korbannya sendiri adalah nelayan.

Hasilnya, kata Susno, miras itu dipasok bukan dari wilayah Jawa Barat. ”Saya perintahkan cek, beli di mana, kalau ternyata belinya di Indramayu saya bilang, pejabat di situ copotin semua, ternyata belinya dari luar Indramayu,” kata Susno.

Susno menegaskan komitmennya, akan mencopot pejabat polisi yang tidak bisa mencegah peredarah bebas miras di wilayahnya. Masalahnya, kasus keracunan masal miras di Indramayu, barangnya berasal dari luar wilayah. ”Miras itu dibuat di pabrik, boleh di edarkan, tidak dilarang, buktinya pabrik tidak ditutup, tapi mengedarkannya itu di tempat-tempat yang diberi izin,” katanya.

Dia tidak menutup mata atas kemungkinan anggota kepolisan melindungi peredaran miras ilegal itu. ”Kalau ada anggota yang terlibat kasih tahu saya, hari ini juga saya copot, bisa jadi memang ada karena makin diserang – miras itu harganya makin mahal, hukum pasar saja, tapi tindakan akan makin keras,” katanya.

Untuk mencegahnya, dia meminta kesediaan tokoh masyarakat untuk memberikan penyadaran soal itu. Soalnya, polisi hanya bisa mencegah kesempatan itu terjadi. Sejak dia memimpin, Polda Jawa Barat sudah menyita hampir 2 juta botol miras.

Ahmad Fikri

Topik :






Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: