close

Batu Andesit Braga Rompal Sebelum Diresmikan

Selasa, 30 Desember 2008 | 19:22 WIB

TEMPO Interaktif, BANDUNG:-Revitalisasi kawasan Braga, Bandung dinilai warga tidak optimal. Di jalan sepanjang 370 meter itu, batuan andesit banyak yang sudah pecah dan renggang, bahkan copot ketika jalan legendaris ini diresmikan sebagai kawasan pedestrian, hari ini.

Wali Kota Bandung Dada Rosada mengakui perbaikan lapisan Jalan Braga dari aspal menjadi andesit belum sempurna. Ia beralasan, kerusakan batuan itu karena jeda waktu pemasangan sangat singkat dan langsung digunakan oleh pengendara. "Pengerasan cukup pendek tapi akan kami perbaiki terus menerus," katanya.

Menurut Dada, penggunaan batuan andesit menggantikan aspal karena lebih indah dan kuat. "Andesit abu-abu lebih terang dan tingkat kekerasannya lebih tinggi daripada andesit hitam, sehingga lebih dinamis menahan beban jalan," ujarnya.

Pembenahan kawasan Braga, menurutnya, dilakukan sejak 2005, dimulai dengan perbaikan tempat pejalan kaki, penanaman pohon, dan pemasangan lampu jalan.

Proyek pengantian lapisan Jalan Braga, pelebaran trotoar di dua sisi masing-masing setengah meter, perbaikan lampu jalan, dan pohon karet benggol di kawasan itu memakan dana Rp 1,8 miliar dari APBD Kota Bandung 2008. Menurut staf Bagian Informasi dan Komunikasi Kota Bandung Subardi, jalan yang dialasi batuan andesit mencapai 370 meter dengan lebar 7 koma 5 meter.

Sementara itu, Edward Toeng, pemilik Toko Buku Djawa di Jalan Braga 79 Bandung menilai perubahan lapisan jalan di depan tokonya itu tak ubahnya proyek dagelan. Lelaki berusia 53 tahun itu menunjuk kondisi batuan andesit di jalan yang pecah-pecah dan renggang. Akibatnya jika dilintasi kendaraan, jalan menjadi berisik karena batu-batu berderak. Dia mengaku, selama pengerjaan empat bulan, omzet toko bukunya turun hingga 70 persen karena jalan ditutup sehingga tidak ada pembeli yang mampir.

Menurut Edward, selama hidupnya tinggal di Jalan Braga yang dilapisi aspal, dia tidak pernah melihat ada titik yang bolong. "Ini salah satu jalan terbaik di Kota Bandung, belum pernah ada lobang," katanya.

ANWAR SISWADI

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan