Mahasiswa Muslim Haramkan Makanan Produk Amerika
Rabu, 07 Januari 2009 | 15:11 WIB
TEMPO Interaktif, Blitar: Mahasiswa Muslim se-Blitar mengharamkan sejumlah produk makanan dan minuman yang diproduksi negara sekutu Israel. Seruan ini disampaikan untuk memprotes sikap Amerika yang dianggap mendukung serangan militer yang dilakukan Israel terhadap Palestina.
Dalam aksi unjuk rasa yang dilakukan puluhan mahasiswa Muslim dari berbagai Perguruan Tinggi di Blitar, Rabu (7/1), mereka meminta masyarakat khususnya umat Islam untuk tidak mengkonsumsi makanan dan minuman buatan Amerika. Di antaranya adalah Coca-cola, Nestle, Mc Donalds, KFC, dan Danone.
Koordinator aksi, Tri Agung Supriadi mengatakan penindasan yang dilakukan Israel dan negara sekutunya tidak hanya melukai warga Palestina. Sebagai negara Islam terbesar, seluruh umat Muslim di Indonesia merasa terpanggil untuk membela saudaranya yang tertindas.
“Akankah kita terus meneguk Coca cola sementara di dalamnya mengalir darah anak-anak Palestina,” kata Agung dalam orasinya.
Menurutnya, saat ini tidak ada yang bisa dilakukan umat Islam di Indonesia selain memboikot produk negara barat. Gerakan ini dinilai sangat strategis untuk melumpuhkan kekuatan ekonomi mereka di tengah dominasi bisnis yang dilakukan di tanah air.
Aksi yang dilakukan mahasiswa Muslim ini sempat mengundang simpati warga Blitar. Bahkan tidak sedikit warga yang ikut meneriakkan yel-yel perjuangan di sepanjang jalan yang dilalui para mahasiswa mulai Jl Kalimantan hingga kantor DPRD Kota Blitar. Sayangnya tidak satupun anggota dewan yang bersedia menemui para mahasiswa.
Demikian pula ketika mahasiswa mendatangi Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, tidak ada satupun pejabat yang menerima mereka. Setelah menggelar orasi di halaman Kantor Bupati, para mahasiswa memilih membubarkan diri.
HARI TRI WASONO




Komentar Anda :