Pendemo Pro Palestina Serukan Indonesia Keluar dari PBB
Rabu, 07 Januari 2009 | 15:21 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:- Unjuk rasa pro Palestina digelar lagi oleh ratusan simpatisan dari berbagai organisasi yang tergabung dalam Korps Antar Umat Muslim di Bandung. Kali ini mereka menyerukan pemerintah Indonesia keluar dari keanggotaan PBB dan OKI karena tak juga bersikap atas aksi Israel di Palestina. “Selama ini PBB pilih-pilih dalam menyikapi kasus,” kata Hilal Hudan Nuha, Koordinator Pendemo, di Bandung, Rabu (7/1).
Para pendemo itu berasal dari Kammi Bandung, FPI, Barkin, Komunitas Pengamen Jalanan, eks karyawan PT Dirgantara Indonesia (FKK), Perwati, Garis, serta Bandung Maksiat Watch. Mereka menggelar aksi unjuk rasa menentang agresi Israel itu di depan Gedung Sate, Bandung.
Hilal mengatakan, PBB selama ini bergantung pada sikap Gedung Putih. Dia merujuk pada gagalnya pembicaraan di Dewan Keamanan untuk merumuskan tindakan PBB soal aksi militer Israel yang dijegal Amerika. Pun juga OKI yang tak kunjung bersikap tegas atas aksi Israel itu. "Padahal sejumlah negara di Timur Tengah bahkan melarang unjuk rasa menentang agresi Israel itu," ujarnya.
Sikap dua organisasi dunia itu dinilai mengecewakan. “Kami menuntut pemerintah keluar dari PBB dan OKI, kalau perlu Indonesia mengagas organsiasi negara-negara Islam yang baru di dunia,” kata Hilal.
Aksi itu juga menyerukan agar umat Islam memboikot produk-produk Amerika yang dipasarkan di Indonesia. Soalnya keuntungan dari penjualan produk-produk itu akan mengalir untuk membiayai aksi militer Israel.
FPI Kota Bandung sendiri membuka pendaftaran relawan sejak Jumat (2/1) pekan lalu dan akan ditutup Jumat pekan ini. Bandung sendiri mendapat jatah 50 relawan untuk berangkat kesana yang akan menjalani seleksi lagi pada Minggu (11/1) ini. Mereka akan mendapat latihan sebelum akhirnya bergabung dengan Komite Pembebasan Palestina yang akan berangkat ke Jalur Gaza.
AHMAD FIKRI




Komentar Anda [2] :