close

Demam, Dukun Cilik Ponari Dibawa ke Rumah Sakit

Selasa, 10 Februari 2009 | 14:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jombang: Dukun cilik Ponari dari Jombang, yang terkenal sehingga setiap hari didatangi ribuan pasien, ternyata tetap mengandalkan pengobatan medis. Hari ini Ia demam dan oleh keluarganya dibawa ke rumah sakit.

Karena Ponari sakit, pelayanan pengobatan via batu warna keemasan dari bocah sembilan tahun itu dibatalkan hari ini. "Tubuhnya demam," kata salah seorang panitia, Kayin, kepada Tempo, Selasa (10/2).

Meski dinyatakan tutup sejak tadi pagi ribuan pengunjung dari berbagai daerah--ada yang bahkan datang dari Samarinda--tetap mendatangi Desa Balongsari, Megaluh.

Sebagian warga masih bertahan berdiri berdesakan, sebagian memilih beristirahat di rumah warga. Salah satunya Sudiyono, 58 tahun, bekas perwira menengah Angkatan Udara.

Penderita jantung koroner, asma, dan tekanan darah tinggi ini mengatakan, "Coba mencari pengobatan alternatif."

Meski harus mengantri, Sudiyono akan bertahan lantaran pengobatan medis yang menghabiskan puluhan juta, yang dilakukan sejak 8 tahun lalu, tidak membuahkan hasil.

YEKTHI HM

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [7] :

  • Bismillah

    Jika Tuhan berkehendak, apapun bisa terjadi..
    Banyak hikmah yg harus kita ambil dr peristiwa ini.., untuk merefleksi apa yg terjadi pd bangsa ini,,
    Mari kita sama-sama renungkan.., semoga kita termasuk orang-orang yg diberi petunjuk..

  • Namanya juga ikhtiar

    bagaimana masyarakat indonesia bisa maju kalau dalam kesehatan untuk berobat tidak ada uang , makanya alloh swt memberikan keberkahan ke pada ponari untuk bisa menolong orang kecil yang sakit, ( manusia iktiar hakekatnya alloh swt yang menyembuhkan )

  • Buat yang waras

    hari gini masih percaya dukun?
    kalau sukun bikin kenyang, kalau shogun bisa dinaiki, kalau yang bisa nyanyi ya dedi dukun.

  • Hati-hati

    Boleh saja berobat kepada orang selain dokter, termasuk pada Ponari yang tiba-tiba jadi selebritis tapi ingat yang dapat menyembuhkan penyakit adalah Allah SWT, manusia harus bisa menata niatnya agar tidak terjerumus dalam " Kemusrikan "

  • Kasihan.........

    sungguh kasihan nasib masyarakat kita,keterbatasan pengetahuan mengakibatkan kebodohan dan kebutaan pada keadaan.harusnya pemerintah lebih tanggap dengan fenomena ini karna pemerintahlah yang selama ini membodohi masyarakat.banyak diantara mereka yg membutuhkan kesehatan tapi karena keterbatasa biaya dan keterbatasan dalam berfikir akhirnya mereka percaya dengan BATU YG SUDAH MERENGGUT NYAWA.lalu siapa yang harus bertanggung jawab dalan kasus ini????PEMERINTAH?????
    WAWLLAHUALLAM BISSAWAM....

1 2
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan