Riau Dikepung Asap
Rabu, 11 Februari 2009 | 11:47 WIB
TEMPO Interaktif, Riau: Sejumlah kota di Riau, Rabu (11/2) pagi ini, diselimuti asap. Ini diakibatkan meningkatnya titik api dari 11 menjadi 41 titik api dalam waktu 12 jam. Arah angin timur membuat kabut asap dari kawasan terbakar di wilayah pesisir bergerak ke sejumlah daerah.
“Pencatatan Satelit menunjukkan jumlah titik api meningkat hingga 41 titik dan 32 titik di antaranya berasal dari kawasan gambut. Pagi ini sejumlah daerah melaporkan mendadak diselimuti kabut asap,“ ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Rachman Sidik, Rabu (11/2) di Pekanbaru.
Dari pantauan Balai Besar Konservasi berdasarkan satelit NOAA 18, kawasan gambut sebagai kawasan penyumbang titik api tertinggi. Gambut di Bengkalis, Dumai, dan Pelalawan merupakan penyumbang terbesar. Ini mengakibatkan Pekanbaru, Pangkalan Kerinci, Bagan Siapi Api, Pasir Pengaraian, Dumai, Duri dan Bengkalis diselimuti asap.
“Luasnya cakupan dan kedalaman rawa gambut yang terbakar membuat kabut asap terus meningkat. Ini sudah harus diwaspadai, “ujar Rachman.
Di Pekanbaru sendiri, hingga siang ini kepekatan asap masih terus meningkat. Meski jarak pandang masih di atas dua kilometer, dikhawatirkan dalam dua hari ke depan kepekatan asap akan meningkat dan dapat mengganggu penerbangan dan transportasi air. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru Blutcher Doloksaribu menyebut angin yang bergerak melambat dari pantai membuat asap menutupi awan sejumlah kota di Riau, termasuk di Pekanbaru.
“Meski belum mengganggu penerbangan, namun dari analisis arah angin, cakupan luas terbakar dan tipisnya potensi hujan Riau, dikhwatirkan kabut asap akan meningkat dalam 2 hari kedepan, “ujar Blutcher Doloksaribu. “Harus diwaspadai, ini berpotensi mengganggu transportasi udara dan sungai."
Sementara itu, pemetaan berdasarkan Satelit NOAA 18 oleh Tim Project Inisiasi Masyarakat untuk Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan Jaringan Kerja Penyelamatan Hutan Riau (jikalahari) pada 10 Februari 2009 pukul 24.00 WIB, menyebut jumlah titik api di kawasan gambut Semenanjung Kampar (Kabupaten Pelalawan), Bukit Batu – Sepahat ( Bengkalis), dan Plintung (Kota Dumai) mencapai 30 titik dengan cakupan luas lebih dari 1.000 hektare.
“Terbakarnya kawasan gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter itu, diduga kuat akibat rembetan api dari landclearing yang dilakukan warga dan sejumlah perusahaan perkebunan,“ ujar Koordinator Project Kebakaran Hutan & Lahan Jikalahari, Muslim. “Akan sulit memadamkan kawasan gambut terbakar. Hanya berharap pada hujan."
JUPERNALIS SAMOSIR





Komentar Anda :