close

Horee, Batik Indonesia Jadi Warisan Budaya Dunia

Selasa, 02 Juni 2009 | 18:44 WIB

TEMPO Interaktif, Surakarta: Perjuangan Indonesia untuk mendapatkan pengakuan dunia atas batik sebagai warisan budaya asli Indonesia tidak sia-sia. United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dipastikan akan mengukuhkan tradisi batik sebagai salah satu budaya warisan dunia asli Indonesia pada Oktober mendatang di Perancis.

Demikian dikatakan oleh Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Tjetjep Suparman di Surakarta, Selasa (2/6). “Butuh waktu tiga tahun untuk pengajuannya,” katanya. Sebelumnya, wayang dan keris juga telah mendapat pengakuan yang sama dari UNESCO beberapa waktu lalu.

“Enam negara yang merupakan perwakilan dari UNESCO telah melakukan pengkajian terhadap budaya batik,” kata Tjetjep. Setelah melakukan kajian serta verifikasi selama tiga tahun, akhirnya terdapat pengakuan terhadap budaya batik sebagai budaya milik Indonesia. “Penetapannya pada  28 September 2009 besok,” kata Tjetjep. Sedangkan pengukuhannya baru akan dilakukan pada 2 Oktober 2009 di Perancis.

Selain batik saat ini pemerintah juga mengajukan beberapa hasil budaya untuk mendapatkan pengakuan yang sama, diantaranya gamelan dan angklung. “Mudah-mudahan prosesnya bisa berjalan lancar,” katanya.

Secara terpisah, Ketua Paguyuban Kampoeng Batik Laweyan Surakarta, Alfa Fabela sangat menyambut baik atas pengakuan tersebut. “Hanya saja kami berharap generasi muda bisa ikut melestarikan tradisi budaya batik,” kata Alfa Fabela.

Dirinya juga berharap adanya pengakuan tersebut dapat membuat batik semakin dikenal. “Hasilnya, ekspor juga dapat meningkat,” kata Alfa. Mekipun menurutnya, saat ini para produsen batik kebanyakan masih fokus untuk menggarap pasar dalam negeri.


AHMAD RAFIQ

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda [7] :

  • Sejarah batik malaysia

    Dari sejarahnya rakyat Malaysia adalah berasal daripada Indonesia. Kesamaan budaya sudah pasti ada. Malaysia ada jawa, bugis,minang dan kesemua mereka adalah kaum pendatang yang membawa bersama budaya Indonesia. Sama ada mereka pendatang yang sah atau haram, mereka tetap kaum pendatang. Malaysia sememangnya mempunyai budaya sendiri khususnya dari Sabah tetapi tidak mendapat publisiti daripada kerajaan memandangkan kami adalah golongan minoriti. Batik bagi kami adalah pakaian orang tua-tua tetapi bagi kerajaan ia harus dipromosikan.

  • Satu langkah dimulai dari sekarang

    Saya ikut senang dengan pengakuan ini.

    Semoga ke depannnya, pemerintah sadar u/ terus melindungi dan melestarikan budaya Indonesia.

    Selain itu kita sebagai masyarakat Indonesia juga harus sadar u/ melindungi dan melestarikan.

    Sebab budaya kita sangat banyak, maka pemerintah harus segera bertindak selangkah demi selangkah.
    Slow but sure

  • Hidup karya bangsaku.......batik indonesia

    Terus terang saya terharu sekaligus gembira membaca berita ini. Selamat dan terima kasih untuk semua staf Dirjen Nilai Budaya, Seni dan Film Departemen Kebudayaan dan Pariwisata atas perjuangan anda semua untuk mempertahankan sekaligus menjaga budaya warisan leluhur kita Bangsa Indonesia. Hidup Batik Indonesia!!!! Tapi keberhasilan ini jangan sampai membuat kita terlena. Masih banyak warisan leluhur lainnya yang sedang menunggu perhatian kita. Mari kita jaga dan kita lestarikan keberadaannya.

  • Batik asli bahasa jawa

    ternyata UNESCO nga buta tentang batik yg memang asli bahasa Jawa, kirain kyk MI yg memenangkan malaysia dlm kasus pulau.
    alasan katanya krn kita nga ngurus pulau

  • Hidup indonesiaku tercinta !!

    Masih banyak yang harus dibenahi, seperti juga angklung, tarian Bali yang keduanya dinyatakan juga menurut negeri sebelah (Malaysia) adalah hasil budaya mereka, yang jelas2 punya negeri Indonesia tercinta. Coba dirinci dan didaftar satu persatu. Memang kalau tari Deli, seperti serampang duabelas, bisa jadi karena satu rumpun maka kita tidak bisa mengklaim bahwa itu tarian Indonesia sepenuhnya, tapi tari Bali gitoe lho, mana ada daerah yang mirip Bali dinegeri Jiran tersebut (he..he..he..).

    Salam berjuang untuk Indonesiaku tercinta.
    Pelytha Situmorang

1 2
Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan