close

Korban Helikopter Kopassus Dipindah dari Cianjur

Selasa, 09 Juni 2009 | 00:33 WIB

TEMPO Interaktif, Cianjur: Dua korban luka parah jatuhnya helikopter Tentara Nasional Indonesia di Pagelaran, Cianjur, Senin (8/6), Letnan Satu Hadi Isnarto dan Letnan Dua Agus Sudarsono dirujuk ke Jakarta dan Bandung untuk perawatan yang lebih intensif.

Letnan Dua Agus dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung pada pukul 23:30 dan Selang 15 menit kemudian Letnan Satu Hadi dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Subroto Jakarta. Keduanya dirujuk karena kondisinya kritis.

"Ya, dua korban telah dirujuk," ujar Wahyudin, salah seorang staf medis Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

Sementara itu, jenazah tiga korban jiwa, yakni Kolonel Infanteri Ricky Samuel dibawa ke Markas Kopassus Cijantung untuk dimakamkan di Jakarta, Kapten Infanteri Agung Gunarto dibawa ke rumah duka Komplek BTN Joglo Jalan Dipawangi Cianjur, dan Letnan Satu Yuli Sasongko (co-pilot) dibawa ke Semarang.

Rencananya Kapten Agung akan dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Sirnalaya Cianjur sesuai dengan permintaan pihak keluarga istrinya.

DEDEN ABDUL AZIZ

Info Grafis

  • Jatuhnya Hercules di Magetan

    Pesawat tinggal landas dari pangkalan udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, pukul 5.10 WIB. Tujuan pesawat adalah Madiun kemudian Makassar, Kendari, Ambon, dan Biak.

  • Kecelakaan Pesawat Militer

    Dalam lima tahun terakhir, setidaknya terjadi 11 kecelakaan pesawat dan heli militer.

  • Detik-Detik Jatuhnya Fokker 27

    Pesawat Fokker 27 milik Angkatan Udara menghunjam hanggar yang digunakan milik PT Dirgantara Indonesia. Pesawat itu terbang rendah sebelum menabrak hanggar yang terletak di dekat ujung landasan pada Senin (6/4) apukul 13.04.

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [1] :

  • Musibah

    semoga ini adalah yang terakhir kali...., insya Allah semua keluarga korban diberi kekuatan lahir dan batin


    amin

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan