PT BHP Billiton di Kalimantan Tutup Ancam PHK 450 Pekerja
Kamis, 11 Juni 2009 | 20:00 WIB
TEMPO Interaktif, Palangkaraya: Keputusan BHP Billiton sebuah perusahaan batubara asal Australia yang mengumumkan rencana penutupan semua tambangnya di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur mengakibatkan sekitar 450 pekerjanya terancam pemutusan hubungan Kerja (PHK).
Menurut Indra Diananjaya, Presiden Direktur PT Lahai Coal, anak perusahaan BHP Billiton, di Palangkaraya, Kamis (11/6) mengungkapkan, pihak perusahaan tengah mencari solusi untuk penyelesaian terhadap kemungkinan PHK ke 450 karyawan yang tersebar di Kalimantan ini.
Menurutnya, alasan kantor pusat BHP Billiton yang berada di Australia untuk menutup tambangnya di Indonesia karena mereka selama ini menilai membangun tambang baru dianggap secara komersial tidak layak dengan rencana jangka panjang perusahaan itu.
“Kantor pusat menyatakan ingin berkonsentrasi terhadap tambang-tambang yang sudah ada di Austraslia,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan perusahaan mereka di Kalimantan yang sudah pada tahap kontruksi dan sebentar lagi berproduksi yaitu PT.Lahai Coal sementara yang lainnya baru pada tahap studi kelayakan.
Anak perusahaan BHP Billiton di Kalimantan ada lima di Kalteng dan sudah eksis sejak 1998 yakni PT Lahai Coal, PT Maruai Coal, PT Joloi Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Caol. Kemudian yang berada di Kalimantan Timur yakni PT Pari Coal dan Ratah Coal.
KARANA WW





Komentar Anda [1] :