Temuan BPK: Bantuan Langsung Tunai dari Utang

Sabtu, 13 Juni 2009 | 14:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sumber dana bantuan langsung tunai yang ditengarai dari utang luar negeri merupakan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan.

"Audit Badan Pemeriksa yang menyatakan itu," ujar Kepala Divisi Advokasi dan Jaringan International NGO Forum on Indonesian Development Wahyu Susilo ketika dihubungi Sabtu (13/6)

Temuan Badan Pemeriksa tersebut, Wahyu melanjutkan, kemudian ditelusuri sumbernya. Pihaknya menemukan bahwa bantuan langsung tunai didanai dari Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia dan pinjaman Jepang. Skemanya berasal dari Development Policy Loan World dan Co Financing Development Policy Support.

Sekretaris Jenderal Departemen Sosial Chazali Situmorang mengelak tudingan itu. Sumber pembiayaan bantuan tunai berasal dari rupiah murni Anggaran Pendapatan Belanja Negara. Diakuinya Anggaran Pendapatan bersumber dari rupiah murni (pendapatan minyak gas, hasil pajak) dan dari pinjaman luar negeri.

"Untuk bantuan ini rupiah murni, idenya juga dari pemerintah," jelasnya ketika dihubungi terpisah. Jadi tak benar, tudingan bantuan tunai berasal dari utang.

DIANING SARI

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print

Komentar (6)

    Masyaallah
    saya tidak tahu kalau uang negara yang di bagikan itu uang dari hasil pinjam uang ke bank dunia atau World Bank meskipun yang menikmati secara langsung pula adalah masyarakat banyak, hitung- hitung kompensasi atas ketidak adilan semasa orde baru, katakanlah begitu, namun yang namanya hutang saudara-saudara sebangsa dan setanah air meskipun di lakukan secara pribadi/korporasi/organisasi dan yang paling besar negara, yang namanya hutang tetaplah hutang, suatu ketika akan di tagih oleh yang punya uang hal ini berbeda dengan kalau kita di kasih sukarela atau hibah atau gratis, memangnya siapa yang nanggung yang nanggun anak cucu kita yang hidup di wilayah negara kesatuan republik Indonesia.
    akan tetapi dilematis memang karena puluhan tahun Indonesia tidak sebaik negara lain.istilah saya kemandekan ekonomi Indonesia selama puluhan tahun jadinya begini ini. dan memang secara ekonomi masyarakat kita masih banyak yang hidupnya sederhana namun hatinya bahagia lho!

    Sekarang saatnya wong cilik menikmati uang hasil utang negara, jangan orang-orang kalangan atas aja yang makan tuh utang!! BIAR ADIL!!

    Katanya BLT dari hasil penghematan kok sekarang ketahuan benar2 dari hutang? Dasar rezim penipu !!!

    Perkaran BLT ini bukan hanya soal sumber hutang atau bukan saja, tapi begitu bangganya rezim SBY yg klaim bahwa BLT merupakan salah satu kesuksesan besar program pro-rakyat SBY. Ternyata sumber dananya dari hutang ... mbok ya malu sedikit lah ...

    gali tuh lubang , makin hari makin dalam dan makin dalam !!! makin hari beban untuk anak cucu makin berat dan makin berat !!! makin hari makin menggebu2 klaim itu prestasi !!! ternyata makin hari makin terkuak kebohongan dan makin nyata kebohongan itu !!!!

  • 1
  • 2

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan