Dua Mahasiswa Indonesia yang Disiksa di Mesir Minta Pulang
Sabtu, 04 Juli 2009 | 20:11 WIB
TEMPO Interaktif, Riau - Utusan keluarga empat mahasiswa Indonesia yang mengalami penganiayaan di Mesir akan menemui Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Dua di antara empat mahasiswa tersebut minta pulang karena trauma.
Sebegaimana disebutkan sebelumnya, empat mahasiswa Indonesia di Mesir asal Riau mengalami penganiayaan oleh polisi di Mesir. Mereka adalah Fathurrachman, Ahmad Yunus, Azril dan Tasri Sugandi. Fathurrachman dan Ahmad merupakan mahasiswa semester akhir. Sedangkan, Azril dan Tasri Sugandi mahasiswa semester I di Al-Azhar.
Keempatnya ditangkap 28 juni dengan tuduhan terlibat jaringan teroris di Mesir. Setelah diinterograsi dan tidak terbukti, mereka dilepas pada 30 Juni.
“Dua adik-adik kami yang masih semester I itu, minta pulang karena ketakutan. Itu sebabnya kami minta pihak Deplu melakukan penanganan atas kasus penangkapan dan penyiksaan ini,“ kata Sainul Mutaqien, kakak Fathurrachman, di Pekanbaru, Sabtu (4/7).
Mereka berharap pemerintah Indonesia segera mencari tahu dan menangani kasus penganiayaan yang dilakukan Mesir terhadap keluarga mereka.
“Kami akan melaporkan kasus ini secara resmi dan langsung ke Deplu. Kami berharap pemerintah dapat menuntaskan kasus pemukulan dan penganiayaan keluarga (adik) kami ini, “ ujar Sainul, Sabtu (4/7).
Sainul Mutaqien menyebut, pihaknya mengkhawatirkan nasib empat mahasiswa Riau termasuk adiknya, Fathurrachman. Fathurrachman merupakan mahasiswa semester IV Universitas Al Azhar Kairo , Mesir.
Menurut Sainul, adiknya dan tiga rekannya yang lain ditangkap polisi Mesir pada 28 juni 2009 hingga 30 Juni 2009. Mereka digerebek Polisi Mesir dengan tuduhan masuk dalam jaringan Hamas yakni di Mesir dikenal kelompok Ikhwanul Muslimin.
“Padahal, mereka sama sekali tidak pernah terlibat dalam kelompok apa pun. Mereka hanya belajar di Kairo,“ tambah Sainul, yang juga jebolan Al-Azhar Mesir itu.
JUPERNALIS SAMOSIR





Komentar Anda [5] :